Pertamina Integrasikan Proyek Langit Biru dengan Kilang Cilacap

    Suci Sedya Utami - 01 Oktober 2019 16:59 WIB
    Pertamina Integrasikan Proyek Langit Biru dengan Kilang Cilacap
    Pengintegrasikan pengoperasian Proyek Langit Biru Cilacap (PLBC) dengan Kilang Cilacap existing. Foto : Medcom id/Suci.
    Jakarta: PT Pertamina (Persero) secara resmi mulai mengintegrasikan pengoperasian Proyek Langit Biru Cilacap (PLBC) dengan Kilang Cilacap existing. Hal tersebut ditandai dengan serah teruma PLBC dari Direktorat Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia (MP2) kepada Direktorat Pengolahan.

    Serah terima dilakukan dengan penandatanganan berita acara serah terima oleh Project Coordinator PLBC dan General Manager RU IV Cilacap dan disaksikan oleh Direktur MP2, Ignatius Tallulembang dan Direktur Pengolahan, Budi Santoso Syarif, di Kilang Cilacap.

    Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina Ignatius Tallulembang menjelaskan serah terima ini menandai beroperasinya PLBC di bawah pengelolaan Pertamina Refinery Unit (RU) IV Cilacap, yang akan memproduksi lebih banyak bahan bakar minyak Gasoline berkualitas standar EURO 4.


    “Dengan beroperasinya PLBC, kemampuan produksi produk Pertamax RON 92 Kilang Cilacap meningkat signifikan menjadi 1,6 juta barel per bulan dari sebelumnya satu juta barel," ujar Ignatius dalam keterangan resmi, Selasa, 1 Oktober 2019.

    Selain itu, beroperasinya PLBC akan mengurangi impor High Octane Mogas Component (HOMC) sebagai komponen blending produk gasoline secara signifikan. Sehingga berdampak positif pada upaya pemerintah memperkuat cadangan devisa negara.

    Pembangunan PLBC menelan investasi USD392 juta dengan lingkup pekerjaan meliputi:

    1. Revamping unit Platforming I sehingga kapasitas produksi meningkat 30 persen menjadi 18,6 million barel steam per day (MBSD).
    2. Pembangunan unit baru Light Naphtha Hydrotreating (LNHT) - Isomerization dengan kapasitas design 21,5 MBSD serta pembangunan beberapa unit Utilities untuk mendukung unit proses PLBC.

    PLBC merupakan lanjutan dari pembangunan Residual Fluid Catalytic Cracker (RFCC) Cilacap yang dikerjakan selama empat tahun dengan pencapaian jam kerja aman tanpa Lost Time Injury (LTI) adalah lebih dari 17 juta jam kerja. Saat konstruksi, PLBC menyerap sekitar 2.500 tenaga pekerja, dimana lebih dari 70 persen di antaranya adalah pekerja lokal Cilacap.

    Direktur Pengolahan Budi Santoso Syarif mengatakan Kilang Cilacap merupakan salah satu kilang besar Pertamina yang berperan dalam menjaga swasembada dan kemandirian energi nasional.

    "Dengan beroperasinya PLBC yang terintegrasi dengan Kilang Cilacap yang mempunyai kapasitas olah crude sekitar 33,4 persen dari total kapasitas kilang nasional, akan meningkatkan profit kilang Cilacap," jelas Budi.




    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id