Pemerintah Permudah Pengembalian PPN bagi Turis Asing

    Eko Nordiansyah - 29 Agustus 2019 16:18 WIB
    Pemerintah Permudah Pengembalian PPN bagi Turis Asing
    Wisatawan Asing. Foto : MI/Rommy.
    Jakarta: Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mempermudah aturan pengembalian Pajak Pertambahan Nilai (PPN) bagi turis asing. Mulai 1 Oktober 2019, turis asing dapat meminta pengembalian PPN dengan nilai minimum Rp500 ribu yang dapat diakumulasikan dari struk belanja di lebih dari satu toko retail yang berpartisipasi dalam skema Value Added Tax (VAT) Refund for Tourists.

    "Untuk dapat diperhitungkan dalam total akumulasi tersebut, nilai PPN dalam struk belanja dari satu toko paling kecil adalah Rp50 ribu," kata Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Hestu Yoga Saksama dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis, 29 Agustus 2019.

    Pada ketentuan yang berlaku sebelumnya, pengembalian PPN hanya dapat dilakukan apabila nilai PPN pada setiap struk belanja di satu tanggal bernilai paling kurang Rp500 ribu. Dengan kata lain pada ketentuan sebelumnya, turis asing hanya dapat meminta pengembalian PPN atas pembelanjaan barang dengan nilai paling kurang Rp5 juta per struk dari satu toko retail.

    "Dengan berlakunya ketentuan baru ini maka turis asing dapat mengumpulkan struk barang belanjaan dengan nilai paling kurang Rp500 ribu per struk, tidak harus dengan tanggal yang sama, dari berbagai toko retail, dan setelah mencapai total Rp5 juta maka dapat meminta pengembalian PPN," jelas dia.

    Permintaan pengembalian PPN dilakukan di konter VAT Refund yang terletak di area sebelum check in counter dengan menunjukkan paspor, boarding pass ke luar negeri, dan struk belanja khusus dari toko retail yang berpartisipasi dalam program VAT Refund bagi turis asing.

    "Pengembalian PPN hanya dapat dilakukan atas pembelian yang dilakukan dalam jangka waktu satu bulan sebelum keberangkatan ke luar wilayah Indonesia," ungkapnya.

    Pemerintah berharap kemudahan ini akan semakin mendorong sektor pariwisata dan meningkatkan aktivitas ekonomi di sektor retail. Pemerintah juga berharap dengan skema baru ini (minimum belanja Rp500 ribu per struk yang dapat diakumulasikan) akan semakin banyak pelaku UMKM berpartisipasi dalam program VAT Refund.



    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id