Peraturan Bangunan Gedung Hijau Diterbitkan

    Ade Hapsari Lestarini - 05 Mei 2015 10:57 WIB
    Peraturan Bangunan Gedung Hijau Diterbitkan
    Ilustrasi -- ANTARA FOTO/Fanny Octavianus



    medcom.id, Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) menerbitkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 11 Tahun 2012 tentang Rencana Aksi Nasional Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim Tahun 2012-2020 Kementerian Pekerjaan Umum.

    Penerbitan aturan tersebut sejalan dengan komitmen nasional pada 2011, untuk menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) secara sukarela sebesar 26 persen pada 2020 dari kondisi Business as Usual (BAU) serta mencapai 41 persen apabila dibantu dukungan pendanaan internasional.






    Dengan adanya peraturan tersebut, mulailah berbagai sektor bidang pekerjaan umum menuangkan strategi dan peraturan yang dibutuhkan untuk mewujudkan rencana aksi nasional mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

    Kasubdit Pengaturan dan Pembinaan Kelembagaan Direktorat Cipta Karya, Erwin Adhi Setyadhi mengatakan pada 2015, pengaturan sektor bangunan gedung menjadi lebih jelas setelah terbit Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No. 02/PRT/M/2015 tentang Bangunan Gedung Hijau.

    "Selain tuntutan mitigasi akibat dampak perubahan iklim, peraturan menteri ini secara konsisten berupaya mewujudkan bangunan gedung berkelanjutan sesuai dengan Undang-Undang No 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung," jelas dia dalam siaran persnya, di Jakarta, Selasa (5/5/2015).

    Menurut Erwin, hal ini tampak jelas dalam pengertiannya menyatakan bahwa bangunan gedung hijau adalah bangunan gedung yang memenuhi persyaratan bangunan gedung dan memiliki kinerja terukur secara signifikan dalam penghematan energi, air, dan sumber daya lainnya melalui penerapan prinsip bangunan gedung hijau sesuai dengan fungsi dan klasifikasi dalam setiap tahapan penyelenggaraannya.

    "Tentunya implementasi peraturan bangunan gedung hijau membutuhkan peran aktif berbagai pihak agar dapat diselenggarakan dengan tertib," harap dia.

    Di seluruh dunia, tren menunjukkan arus pertumbuhan penduduk di perkotaan yang meningkat setiap tahun, hal ini tampak dari proyeksi pertumbuhan penduduk Indonesia dimana hingga akhir 2020 diperkirakan 60 persen penduduk Indonesia akan tinggal di wilayah Perkotaan (data BPS).

    Dampak dari pertumbuhan penduduk di perkotaan tentunya akan berbanding lurus dengan meningkatnya tuntutan penyediaan fasilitas prasarana dan sarana hidup di ruang  perkotaan, seperti bangunan gedung, infrastruktur jalan dan jembatan, utilitas umum hingga ruang terbuka yang memadai bagi aktifitas sosial masyarakat.

    Seiring dengan pertumbuhan infrastruktur perkotaan, tidak dapat dihindari adalah ancaman terhadap keberlanjutan hidup masyarakat perkotaan akibat daya dukung lahan yang kian menurun, permasalahan meningkatnya emisi gas rumah kaca dan dampaknya terhadap pemanasan global, serta menurunnya produktifitas lahan dan alih fungsi lahan yang bersifat urban.

    Berdasarkan data, hingga saat ini saja sektor bangunan gedung diperkirakan telah mengkonsumsi lebih dari 1/3 sumber daya yang ada di dunia, sekitar 12 persen dari total air bersih yang ada, dan menyumbang hampir 40 persen dari total emisi GRK. Pada 2030, diproyeksikan sektor bangunan gedung akan memproduksi 1/3 dari seluruh emisi gas rumah kaca yang ada di dunia (IPCC Fourth Assessment Report on Climate Change, 2007).

    Mengantisipasi tren peningkatan pembangunan yang cenderung ke arah perkotaan, maka pemerintah merasa penting untuk menuangkan kebutuhan tersebut dalam bentuk peraturan untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id