Transaksi Perdagangan di Jatim Tembus Rp1.100 Triliun/Tahun

    Amaluddin - 10 Desember 2016 13:44 WIB
    Transaksi Perdagangan di Jatim Tembus Rp1.100 Triliun/Tahun
    Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro)
    medcom.id, Surabaya: Transaksi perdagangan dalam negeri antarpulau antarprovinsi mendominasi peningkatan ekonomi di Jawa Timur (Jatim). Tercatat total transaksi perdagangan dalam dan luar negeri di Jatim mencapai sekitar Rp1.100 triliun per tahun.

    "Rinciannya, transaksi total perdagangan dalam negeri mencapai Rp744 triliun per tahun. Sementara perdagangan luar negeri setiap tahunnya hanya mencapai Rp400 triliun," kata Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Disperindag Jatim, Drajat Irawan, Sabtu (10/12/2016).

    Menurut Irawan, tingginya transaksi ini membuktikan perdagangan dalam negeri lebih menguntungkan dan peranan kantor-kantor perwakilan dagang Jatim yang ada di luar provinsi sangat dominan. Saat ini, Jatim memiliki Kantor Perwakilan Dagang (KPD) di 26 provinsi.

    "KPD tersebut berkedudukan di kota-kota besar yang memiliki pertukaran dan transaksi ekonomi dengan Jatim cukup besar serta saling menguntungkan," katanya.

    Ia mencontohkan, transaksi perdagangan antarpulau dua provinsi yakni Jatim dan Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai Rp5,5 triliun per tahun. Angka perdagangan tersebut meliputi Rp1,8 triliun dari NTT ke Jatim, dan Rp3,8 triliun dari Jatim ke NTT. "Jadi selama ini peningkatan ekonomi di Jatim didominasi adanya perdagangan dalam negeri antarpulau antarprovinsi," jelasnya.

    Menurutnya, perdagangan dari NTT ke Jatim sebagian besar didominasi komoditas pertanian, peternakan, perikanan. Di antara jenis barang yang sering diperdagangkan berupa ikan, vanila, cengkeh, rumput laut, sapi, serta bahan besi. Sementara dari Jatim ke NTT barang yang sering diperdagangkan berupa semen, besi, mesin, beras, dan barang manufaktur lainnya.

    Ekonomi Jatim pada 2015 tumbuh sebesar 5,44 persen dimana pertumbuhan ekonomi nasional 4,79 persen. Dari sisi produksi pertumbuhan tertinggi dicapai oleh industri pengolahan 29,27 persen, perdagangan besar dan eceran. Penjualan mobil dan sepeda motor sendiri mencapai 17,64 persen dan konstruksi 9,50 persen.

    Menurutnya, Provinsi NTT merupakan daerah kepulauan yang memiliki aneka ragam potensi. Baik perkebunan, perikanan, peternakan, pertanian, maupun kehutanan. Produk-produk itu dikirim ke Surabaya, Sulawesi dan Kalimantan. Iklim perdagangan di NTT meningkat karena pemerintah bekerja keras dalam mengawasi perdagangan di NTT secara baik.

    "Perputaran ekonomi dua provinsi yang saling menguntungkan ini membuktikan Jatim dan NTT memiliki karakter potensi ekonomi yang saling melengkapi," pungkasnya.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id