Menperin: Industri Garmen Agresif Produksi Bahan Baku

    Husen Miftahudin - 24 Januari 2016 14:59 WIB
      Menperin: Industri Garmen Agresif Produksi Bahan Baku
    Illustrasi. ANTARA FOTO / Aloysius Jarot Nugroho.
    medcom.id, Sukoharjo: Industri tekstil dan produk tekstil Indonesia terus melakukan ekspansi ke produksi hulu yang memproduksi bahan baku. Langkah ini untuk mengurangi ketergantungan dari produk luar negeri dan menggantikan atau subsitusi impor.

    Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin mengakui, kondisi tersebut didukung oleh bahan baku garmen berupa rayon yang diolah dari pulp dapat dihasilkan dari hutan tanaman industri eucalyptus di Indonesia. Selain itu, pelaku usaha garmen nasional telah memiliki modal dan jaringan usaha untuk mengoperasikan industri hulu itu.

    "Selain dana yang kuat, perusahaan garmen punya passion yang kuat dan agresif untuk masuk ke hulu. Itu harus kita hargai dengan membantu dan mengawal mereka agar lekas terealisasi memproduksi bahan baku," ujar Saleh saat mengunjungi pabrik garmen PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) dan PT Rayon Utama Makmur seperti dalam keterangan tertulisnya, Sukoharjo, Minggu (24/1/2016).

    Industri tekstil dan produk tekstil (TPT). diakui sebagai industri strategis baik dari nilai ekonomi maupun penciptaan tenaga kerja massal. Sampai triwulan III-2015, sektor TPT telah mencatat surplus sebesar USD3,34 miliar dengan nilai ekspor mencapai USD9,27 miliar. Serapan tenaga kerja juga mencapai 1,5 juta orang.

    Presiden Direktur Sritex Iwan Setiawan Lukminto mengungkapkan, saat ini Sritex tengah membangun pabrik rayon yang nantinya menghasilkan benang.

    "Progres pabrik Rayon Utama Makmur mencapai 85 persen. Ditargetkan mulai produksi pada Juli-Agustus mendatang dengan begitu ada tambahan total kapasitas jadi 80 ribu ton per tahun," papar dia.

    Sementara itu, Presiden Direktur Rayon Utama Makmur, Pramono mengatakan bahwa kedepannya Sritex berencana akan mengembangkan industri terintegrasi di Kalimantan. Perseroan akan membuka Hutan Tanaman Industri untuk memasok bahan baku ke pabrik pulp dan selanjutnya memproduksi rayon dan muaranya menghasilkan benang.

    "Proyeksi kapasitas mencapai 80-100 ribu ton per tahun. Ini bakal berkontribusi pada pemerataan industri di luar Jawa dan meningkatkan kualitas SDM," tutup dia.

    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id