Pemerintah Diminta Perkuat Regulasi Perlindungan Konsumen Fintech

    Annisa ayu artanti - 18 Februari 2020 10:12 WIB
    Pemerintah Diminta Perkuat Regulasi Perlindungan Konsumen <i>Fintech</i>
    Ilustrasi fintech. Foto : MI/Arya Manggala.
    Jakarta: Pemerintah diminta terus memperkuat sinergi antara regulasi dengan perlindungan konsumen di industri fintech lending. Pasalnya, jumlah penduduk Indonesia yang terus bertambah turut memengaruhi peningkatan aktivitas penggunaan internet dalam negeri.

    Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Galuh Octania mengatakan kegiatan ekonomi yang dulu masih dilakukan secara tradisional yaitu melalui bank, saat ini sudah bertransformasi ke arah pemanfaatan teknologi yang masif.

    Perubahan ini memunculkan para pemain baru di pasar yang menawarkan berbagai jasa, di antaranya adalah fintech atau financial technology. Kehadiran fintech berperan penting dalam mempercepat tercapainya keuangan inklusif. Namun berkembangnya fintech di Indonesia harus disertai dengan ekosistem yang juga mendukung hadirnya inovasi ini.

    "Konsumen perlu diberikan rasa aman melalui regulasi yang menjadi payung hukum transaksi keuangan di lembaga fintech sekaligus regulasi perlindungan," kata Galuh dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 18 Februari 2020.

    Berdasarkan data Kementerian Koordinator Perekonomian, tercatat bahwa penetrasi penggunaan internet dalam negeri sudah mencapai 56 persen dari total 150 juta orang yang sudah melek internet.

    Selain itu, penggunaan smartphone di Indonesia yang tercatat sebanyak 355 juta unit sudah mencakup 133 persen dari total populasi sebanyak 268 juta orang.  

    Fakta ini membuka mata kita bahwa semakin mudahnya akses ke internet, semakin masyarakat ingin dimanjakan oleh akses yang ditawarkan.

    "Sinergi keduanya diharapkan bisa mendukung peningkatan akses keuangan di masyarakat sekaligus tumbuhnya industri keuangan ini," jelasnya.

    Berdasarkan data Bank Indonesia, dari 2017 hingga 2018 telah terjadi peningkatan transaksi online dan elektronik di Indonesia sebesar 281 persen, dari semula bernilai Rp12,4 miliar di 2017 dan naik menjadi Rp47,2 miliar di tahun berikutnya.

    Kebanyakan fintech memanfaatkan jasa di sektor pembayaran (e-payment) dan pinjaman (peer-to-peer/p2p lending), sektor yang sangat erat kaitannya dengan kegiatan sehari-hari masyarakat.

    Pada model bisnis P2P Lending, yang juga terdiri dari beberapa sektor pinjaman, tercatat bahwa payday loan merupakan sektor yang paling banyak muncul dan diminati.

    Sayangnya, payday loan juga merupakan sektor yang paling banyak menimbulkan kontroversi. Payday loan merupakan bisnis model yang memberikan sejumlah pinjaman uang dalam jangka waktu yang pendek.

    Dari sekian banyak kasus yang terjadi menunjukkan bahwa kehadiran fintech, utamanya yang berbasis pinjaman atau lending, juga diikuti dengan risiko penyalahgunaan data pribadi pengguna layanan.

    "Untuk mengatasi hal ini, sudah seharusnya ada sinergi yang baik antara regulator, pelaku industri fintech dan tentunya kesadaran dari pengguna layanan itu sendiri," ucapnya.

    Saat ini pemerintah sudah mengeluarkan regulasi mengenai fintech yang tertuang dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 77 Tahun 2016 Tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi.

    Setiap fintech yang berdiri di Indonesia harus mencatatkan diri ke OJK secara legal lewat prosedur yang berlaku. Hingga Agustus 2019, tercatat sudah ada 127 perusahaan fintech lending terdaftar dan berizin di OJK.

    Namun pada kenyataannya, lebih banyak jumlah perusahaan fintech lending yang tidak terdaftar. Kontroversi yang sering terjadi biasanya banyak disebabkan oleh para fintech lending ilegal, terutama yang menjalankan model bisnis payday loan. Oleh karena itu perlu regulasi pemerintah dan perlindungan konsumen di industri fintech lending.

    "Harus ada etika digital dari para penyedia layanan yang mencegah penggunaan data pribadi berlebihan," pungkasnya.



    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id