AAJI Lirik Rambah Investasi di Infrastruktur

    Angga Bratadharma - 11 September 2019 19:34 WIB
    AAJI Lirik Rambah Investasi di Infrastruktur
    Pembangunan Infrastruktur. Foto : MI/Erlangga.
    Jakarta: Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mengungkapkan dana yang dimiliki industri asuransi jiwa sifatnya jangka panjang sehingga cocok dialokasikan kepada pembangunan infrastruktur. Dalam hal ini, AAJI berharap penempatan instrumen investasi di infrastruktur bisa kian besar dan nantinya berdampak luas baik bagi industri maupun terhadap pembangunan.

    Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon menjelaskan sejauh ini dana pembangunan infrastruktur yang berasal dari industri keuangan didominasi oleh industri perbankan, sedangkan dari industri asuransi belum terlalu tinggi. Ia menilai industri asuransi jiwa memiliki peluang besar untuk berkontribusi terhadap pembangunan infrastruktur karena memiliki dana besar dan sifatnya jangka panjang.

    "Hari ini sebagian dana dari pembangunan infrastruktur itu berasal dari kredit perbankan. Tapi ada sedikit catatan. Kredit perbankan itu umumnya berasal dari Dana Pihak Ketiga (DPK). Sifatnya jangka pendek. Ini ada missmatch karena infrastruktur itu harus diinvestasikan jangka panjang," kata Budi, di Rumah AAJI, Jakarta, Rabu, 11 September 2019.

    Pada konteks ini, Budi mengungkapkan, dana yang dimiliki industri asuransi jiwa bisa menjadi alternatif untuk pendanaan infrastruktur. Bukan tidak mungkin dana yang dialokasikan untuk infrastruktur dari industri asuransi jiwa suku bunganya lebih kecil. Artinya jika ditempatkan ke infrastruktur maka dana dari industri asuransi jiwa bisa lebih aman.

    "Kami pikir industri asuransi jiwa bisa menjadi alternatif pendanaan infrastruktur karena dananya jangka panjang sehingga kemungkinan ditempatkan satu atau dua tahun itu masih aman. Bahkan, biaya dana atau cost of fund dari industri asuransi jiwa bisa lebih rendah. Kalau itu kejadian, setidaknya industri asuransi jiwa bisa berkontribusi lebih besar lagi," ucap Budi.

    Sejauh ini, masih kata Budi, AAJI terus melakukan diskusi dengan pihak-pihak terkait dalam rangka memperbesar penempatan investasi lebih besar lagi di masa mendatang. Setidaknya ada dua hal yang diusulkan kepada pihak-pihak tersebut. Pertama, penentuan kupon obligasi diberikan kemudahan agar perusahaan asuransi jiwa tertarik.

    Kedua, kemungkinan pemberian insentif berupa keringanan pajak bagi masyarakat Indonesia yang membeli proteksi asuransi. "AAJI sudah diskusi dengan pihak terkait termasuk badan pemerintahan untuk membahas lebih lanjut termasuk didalamnya mendapatkan tax insentif. Manakala kajian sudah selesai maka nanti kita komunikasikan lagi (kepada publik)," pungkasnya.

    Di sisi lain, AAJI mencatat total pendapatan premi mencapai Rp90,25 triliun sampai kuartal II-2019. Adapun pencapaian itu tumbuh melambat yakni hanya sebanyak 3,6 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp93,58 triliun.

    Adapun pertumbuhan pendapatan premi itu memiliki kontribusi terhadap total pendapatan sebesar 76,3 persen. Terhitung 60,5 persen dari total premi tersebut merupakan kontribusi dari premi bisnis baru sebesar Rp54,7 triliun dan tumbuh melambat yakni 8,8 persen.

    "Sementara 39,5 persen merupakan kontribusi dari premi lanjutan sebesar Rp35,68 triliun, yang meningkat sebanyak 5,8 persen dibandingkan dengan kuartal yang sama tahun lalu," kata Budi.

    Ia menjelaskan perlambatan premi bisnis baru dipengaruhi oleh melambatnya kinerja saluran distribusi bancassurance sebesar 16,8 persen dan saluran keagenan sebesar 8,6 persen dan masing-masing berkontribusi sebesar 50,8 persen dan 27,5 persen.

    Pendapatan premi bisnis baru yang berasal dari produk asuransi kesehatan memiliki kontribusi sebesar 5,9 persen dari keseluruhan total pendapatan premi bisnis baru. "Hal ini menunjukkan bahwa produk asuransi kesehatan tetap menjadi produk yang diminati oleh masyarakat Indonesia," pungkas Budi.




    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id