Indef: Fokus Pemerintah Tingkatkan SDM Sejalan dengan Habibienomics

    Antara - 12 September 2019 11:01 WIB
    Indef: Fokus Pemerintah Tingkatkan SDM Sejalan dengan Habibienomics
    BJ Habibie. FOTO: Dok MI/PANCA SYURKANI
    Jakarta: Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Rusli Abdullah menilai fokus pemerintah sekarang ini untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sejalan dengan Habibienomics.

    "Beliau (Habibie) dikenal dengan pemikiran tentang Habibienomics, saat ini Jokowi sedang memulai konsep itu yang penekanannya pada peningkatan kualitas SDM," ujar Rusli Abdullah, seperti dikutip dari Antara, di Jakarta, Kamis, 12 September 2019.

    Ia mengatakan Habibienomics merupakan sebuah konsep ekonomi yang menekankan untuk meningkatkan keterampilan pekerja serta penguasaan teknologi tinggi. Memasuki era ekonomi berbasis digital, menurut dia, maka aplikasi Habibienomics dapat di terapkan dalam mengembangkan industri, dalam hal ini industri kreatif.

    "Pak Habibie juga sangat visioner mengenai perekonomian," ucapnya.

    Habibienomics, lanjut dia, banyak yang memaknainya sebagai pengeluaran dana yang besar dalam investasi industri teknologi canggih. Namun, hal yang paling penting dari Habibienomics adalah pengembangan SDM yang berdaya saing global.

    "Program kartu pra kerja dapat menjadi salah satu akses bagi para lulusan baru untuk mendapatkan pelatihan keterampilan sehingga meningkatkan kualitas SDM dan berdaya saing," ucapnya.

    Dalam kesempatan itu, Rusli juga memuji kecakapan Habibie dalam bidang ekonomi karena mampu memulihkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada 1998 lalu yang ketika itu Indonesia dilanda krisis moneter.

    "Sebagai bapak tekonologi, Habibie juga cukup cakap dalam memulihkan ekonomi ketika itu, rupiah sempat menyentuh Rp17 ribu-an menjadi Rp7.000-an per USD," katanya.

    Presiden ketiga Republik Indonesia BJ Habibie lahir di Parepare, Sulawesi Selatan pada 25 Juni 1936. Pada Rabu petang, BJ Habibie wafat akibat masalah pada jantungnya. Sebanyak 44 dokter yang dipimpin oleh tim dokter kepresidenan sudah bekerja merawat Habiebie sejak Presiden ketiga RI itu dirawat di RSPAD Gatot Soebroto pada 1 September 2019.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id