Penjualan Produk Asuransi Lewat Digital Diharap Kian Marak

    Angga Bratadharma - 24 September 2019 13:06 WIB
    Penjualan Produk Asuransi Lewat Digital Diharap Kian Marak
    Suasana ketika tanamduit luncurkan fitur baru dan produk asuransi. FOTO: Medcom.id/Angga Bratadharma.
    Jakarta: Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) berharap pemasaran produk asuransi, terutama asuransi jiwa melalui digital atau insurtech semakin marak di masa mendatang. Namun sayangnya, AAJI belum memiliki data lengkap untuk membeberkan data mengenai seberapa banyak porsi jalur distribusi insurtech di industri asuransi jiwa di Indonesia.

    "Datanya saya tidak hapal, harus dicari dulu. Rasanya ada beberapa anggota (asuransi jiwa yang menjual produk asuransi melalui digital). Tidak adil rasanya jika saya tidak sebutkan semuanya. Bagusnya datanya disediakan semua," kata Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon, kepada Medcom.id, di Restaurant & Bar Brewerkz, Jakarta, Selasa, 24 September 2019.

    Budi tidak menampik jalur distribusi insurtech sekarang ini masih kecil dibandingkan dengan jalur distribusi agency dan bancassurance. Meski demikian, Budi meyakini, banyaknya generasi milenial sekarang ini akan membuat jalur distribusi insurtech kian tumbuh membesar dan nantinya menjadi penyokong pertumbuhan industri asuransi jiwa di Indonesia.

    "Sekarang ini dominasi masih keagenan dan bancassurance karena 90 persen premi dari dua (jalur distribusi) ini. Tapi saya percaya akan bertambah banyak karena milenial memang belinya seperti itu (membeli melalui digital)," ungkap Budi.

    Di sisi lain, sejalan dengan perkembangan dunia teknologi digital, dunia finansial ikut pula berkembang yang ditandai dengan munculnya berbagai platform financial technology (fintech) yang menawarkan berbagai jasa mulai dari pembayaran, investasi, peminjaman, riset keuangan, dan perencanaan keuangan berbasis teknologi digital.

    Dalam hal ini, tanamduit, financial technology yang menawarkan fitur dan produk investasi reksa dana dan produk Surat Berharga Negara (SBN) ritel, menambahkan jasanya dengan menghadirkan fitur dan produk yang baru, yakni asuransi. Di konteks ini, tanamduit meluncurkan lima produk asuransi.

    Adapun produk pertama diluncurkan pada platfform tanamduit yakni pertama Demam Berdarah Dengue (DBD). Kedua, hospital cash plan 5 Disease oleh Adira Insurance. Ketiga, Jaga Sehat Tropis. Keempat, Jaga Sehat. Kelima, Gadget Insurance oleh KSK Insurance.

    "Kami ingin menghadirkan solusi bagi masyarakat dalam berasuransi dengan menawarkan produk asuransi yang sesuai kebutuhan, premi yang terjangkau, dan tentunya kenyamanan dalam membeli hingga kemudahan klaim," jelas Direktur Mercato Digital Insurtech Itha Sargianitha.

    Direktur Businesss Development tanamduit Muhammad Hanif menambahkan tanamduit menargetkan penambahan jumlah nasabah menjadi 300 ribu sampai akhir 2019, yang salah satunya diharapkan bisa dikontribusikan dari peluncurkan produk asuransi. Saat ini jumlah nasabah tanamduti tercatat sebanyak 125 ribu nasabah.

    "Target ambisius sampai akhir tahun itu bisa mencapai 300 ribu nasabah. Kalau sekarang 125 ribu nasabah. Penjualan produk asuransi yang kita tawarkan sekarang ini termasuk di antara yang diharapkan bisa berkontribusi terhadap target jumlah nasabah sebanyak 300 ribu. Kita juga targetkan sampai akhir tahun akan ada 20 produk asuransi baru di tanamduit," pungkasnya.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id