Kenaikan Cukai Rokok Diklaim Tak Mengurangi Konsumen

    Ilham Pratama Putra - 01 Januari 2020 03:48 WIB
    Kenaikan Cukai Rokok Diklaim Tak Mengurangi Konsumen
    Pekerja memproduksi rokok Sigaret Kretek Tangan (SKT) secara manual. Foto: Antara/Aji Styawan.
    Jakarta: Pengamat Ekonomi, Anthony Budiawan menilai kenaikan cukai rokok tak akan mengurangi konsumennya. Pecandu tembakau akan terus memenuhi kebutuhan nikotin mereka.

    "Karena rokok di dalam ekonomi adalah inferior goods. Jadi mau naik berapapun orang akan tetap membeli," kata Anthony di Hotel Double Tree, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa, 31 Desember 2019.

    Dampaknya buruk, kata Anthony. Sebab kebijakan ini akan menjebak masyarakat kelas menengah bawah yang menjadi konsumen rokok terbanyak. Mereka akan terus membeli rokok dan akhirnya miskin karena itu.

    "Kalau cukai rokok dinaikkan malah akan menghasilkan kemiskinan yang bertambah di Indonesia. Karena konsumsi rokok lebih banyak di kalangan bawah," lanjut dia.

    Sebaliknya, Anthony mempertanyakan kebijakan pemerintah. Seharusnya pemerintah cukup menaikkan pajak perusahaan rokok.

    "Cukai rokok bisa saja dinaikkan untuk hal-hal seperti kesehatan dan sebagainya. Tapi masalahnya, kalau untuk menutupi keuangan negara, apakah tidak ada dari sumber lain?" tukasnya.

    Pemerintah memutuskan untuk menaikkan tarif cukai pada hasil tembakau atau rokok di tahun 2020. Kenaikan sebesar 23 persen merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah.





    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id