Gapki Catat Ekspor Sawit hingga Oktober Tumbuh 2%

    Antara - 25 Desember 2019 10:29 WIB
    Gapki Catat Ekspor Sawit hingga Oktober Tumbuh 2%
    Ilustrasi. FOTO: MI/Aries Munandar
    Jakarta: Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) mencatat ekspor minyak kelapa sawit (CPO) dan turunannya pada Januari-Oktober 2019 tumbuh sekitar dua persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Jumlah ekspor CPO nasional dan produk turunannya hingga Oktober ini sebanyak 28,95 juta ton.

    Angka itu meningkat dibandingkan dengan periode Januari-Oktober 2018 sebesar 28,35 juta ton. "Kenaikan terbesar terjadi pada produk oleokimia sebesar 113 persen dan pada CPO sebesar 17 persen," kata Direktur Eksekutif Gapki Mukti Sardjono, seperti dikutip dari Antara, di Jakarta, Rabu, 25 Desember 2019.

    Sementara itu, ekspor ke Pakistan pada bulan Oktober meningkat 52 persen atau sebesar 100 ribu ton dibandingkan dengan ekspor September. Namun jika dibandingkan dengan 2018 (year on year), terjadi penurunan sebesar lima persen.

    Ekspor ke Afrika pada bulan Oktober lebih menurun 41 persen atau sebanyak 270.000 ton dibandingkan dengan ekspor pada September. Namun, year on year, ekspor ke Afrika masih tumbuh 88 persen lebih tinggi dibandingkan tahun lalu.

    Secara bulanan, ekspor produk minyak sawit pada Oktober 2019 turun sebesar enam persen dibandingkan dengan September 2019. Pada minyak laurat, terjadi kenaikan sebesar 64 persen. Kenaikan yang tinggi ini diduga merupakan carry over dari ekspor yang minyak laurat yang rendah pada September 2019. Ekspor produk oleokimia juga tercatat tumbuh 18 persen.

    Pada Oktober juga terjadi kenaikan harga CPO yang cukup tajam dari USD520 per ton pada awal bulan menjadi USD660 per ton cif Rotterdam pada akhir Oktober 2019. "Kenaikan harga minyak sawit ini sangat melegakan pengusaha dan pekebun setelah beberapa tahun menderita karena harga yang rendah," kata Mukti.

    Harga yang baik ini juga memberikan kesempatan kepada pengusaha dan pekebun untuk memulihkan kondisi kebun dan pabrik agar kembali berproduksi normal. Upaya pemulihan kebun pada awal akhir 2019/awal 2020 merupakan waktu yang tepat karena menurut BMKG curah hujan 2019/2020 akan normal. Meski demikian, kegiatan pemulihan ini akan memerlukan waktu.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id