Mentan SYL Berharap Ekspor Sarang Walet Naik Tiga Kali Lipat

    Ilham wibowo - 19 November 2019 19:15 WIB
    Mentan SYL Berharap Ekspor Sarang Walet Naik Tiga Kali Lipat
    Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo. Foto : Medcm/Ilham Wibowo.
    Salatiga: Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengupayakan peningkatan produksi olahan sarang burung walet (SBW) untuk diekspor. Pangsa pasar komoditas ini masih besar terutama untuk tujuan Tiongkok.

    "Strategi Kementan adalah meningkatkan ekspor yang ada menjadi tiga kali lipat. Tentu saya juga berharap selama lima tahun ini kita akan bicara grafik atau gerakan ekspor dengan mempersiapkan hulu dan hilir untuk kesejahteraan," ujar Syahrul melalui keterangan tertulis, Selasa, 19 November 2019.

    Dalam kesempatan itu, Mentan mengunjungi Instalasi Karantina Hewan atau rumah pemroses SBW di kawasan Salatiga, Jawa Tengah. Menurut dia, Kementan akan menyiapkan kelompok pengelola rumah walet sebagai pihak yang berperan di hulu. Selanjutnya menyiapkan pabrik sebagai kelompok yang berperan di hilir.

    "Saya berharap kepada seluruh jajaran di Kementerian Pertanian untuk terus mendorong sarang burung walet sebagai komoditas penting dan dipersiapkan ekspor dengan kemasan yang sangat baik," katanya.

    Berdasarkan data sertifikasi ekspor perkarantinaan IQFAST, Karantina wilayah kerja Semarang mencatat adanya 47,4 ton SBW dengan nilai transaksi Rp17,6 milyar telah menyebar di pasar ekspor selama Januari hingga Oktober 2019. Sementara secara nasional volume ekspor SBW mencapai 640,7 ton atau senilai Rp2,2 triliun.

    "Selain potensi yang besar, industri sarang burung walet juga menyerap banyak tenaga kerja. Untuk itu, Barantan harus melayani, mengawal dan menjaga betul," ujar mantan Gubernur Sulawesi Selatan ini.

    Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil menjelaskan bahwa kementan selama ini terus mendorong produksi walet melalui rumah pemrosesan walet yang sudah teregistrasi. Dalam proses itu, pemerintah sendiri tidak mengenakan biaya atau nol rupiah.

    Penguatan laboratorium penguji karantina pertanian yang terakreditasi terus dilakukan agar eksportir dapat lebih mudah. Yang paling penting, output produk sarang burung walet Indonesia harus bisa ditelusuri mulai produksi hingga penjulan.

    "Jadi nanti tidak ada lagi negara tujuan yang meragukan kualitas produk sarang burung walet dari Indonesia. Sehingga tidak perlu lagi negara tujuan meregistrasi secara langsung rumah walet maupun tempat prosesing walet kita," paparnya.

    Barantan juga menyiapkan sistem permohonan secara online dengan waktu yang diperlukan hanya delapan hari kerja. Padahal sebelumnya proses permohonan inu mencapai tiga hingga empat bulan.

    "Jangan ekspor dalam kondisi mentah, minimal harus diolah dalam bentuk setengah jadi bahkan produk siap konsumsi agar banyak yang menjadi sejahtera dengan nilai tambah," tutupnya.




    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id