Kadin Minta Formulasi Kenaikan Upah Daerah Tak Disamakan

    Eko Nordiansyah - 22 November 2019 16:38 WIB
    Kadin Minta Formulasi Kenaikan Upah Daerah Tak Disamakan
    Ketua Kadin Rosan Roeslani. FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin.
    Jakarta: Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia meminta formulasi kenaikan kenaikan upah daerah tidak disamakan. Kenaikan upah untuk tiap daerah harusnya berbeda-beda, apalagi ada daerah yang memiliki tingkat yang tinggi tetapi ada pula yang rendah.

    "Misalnya sudah ada yang tinggi Rp4 juta lebih di Karawang, tapi masih ada yang Rp1,6 juta. Kalau itu kenaikannya selalu sama, kan makin lama makin tinggi," kata Ketua Umum Kadin Rosan Roeslani di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Jumat, 22 November 2019.

    Menurut dia, kenaikan seperti ini mendorong beralihnya perusahaan ke daerah-daerah yang punya upah lebih murah. Hal ini tentu akan menyebabkan kerugian bagi daerah, karena pengusaha tentu memilih lokasi usaha yang punya upah lebih efisien.

    "Nah, apakah memungkinkan untuk daerah yang sudah tinggi ini, istilah kita disetop dulu kenaikannya. Kenaikannya tidak setinggi yang lain. Tidak setinggi formula yang ada, jadi ada beberapa daerah, karena kita melihatnya sekarang, yang rugi siapa? Daerah itu sendiri," ungkapnya.

    Dirinya menambahkan, kenaikan untuk daerah yang memiliki upah tinggi bisa diatur lebih rendah. Sementara bagi daerah yang memiliki upah lebih rendah, maka boleh saja mengikuti formula yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

    Tak hanya itu, formula kenaikan upah bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) juga sebaiknya tidak disamakan. Terlebih kemampuan dari UMKM di tiap daerah juga berbeda-beda sesuai dengan sektor usaha yang dijalankan.

    "Jadi, mungkin yang sudah Rp4 juta, mungkin kenaikannya lima persen, mungkin yang masih Rp1,6 juta mungkin boleh naik 8,5 persen. Dan kita juga mau lihat yang industri padat karya seperti apa. UMKM juga akan dibebaskan dari kenaikan itu," pungkas dia.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id