• DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK : Tanggal 22 SEP 2018 terkumpul RP 20.111.547.901

AS Ingin Komoditas Hortikultura Tidak Dibatasi ke Indonesia

Kautsar Widya Prabowo - 11 Juli 2018 16:00 wib
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. (Foto:
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. (Foto: Medcom.id/Patricia Vicka)

Jakarta: Pemerintah Amerika Serikat (AS) melalui United States Trade Representative (USTR) tidak ingin ada pembatasan jumlah produk-produk hortikultura AS yang masuk pasar domestik Indonesia.

Ini menjadi pembahasan negosiasi AS terhadap rencananya yang ingin mencabut 3.547 lini tarif asal Indonesia dan menerima Generalized System' of Preferences (GSP) atau bebas bea masuk.

Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menjelaskan salah satu produk hortikultura yang menjadi permintaan AS adalah apel, yang rencananya akan diberikan pembatasan kuota masuk, namun tidak jadi.

"Hortikultura misalnya, itu ada gambarnya, tapi itu tidak dikhawatirkan, nanti akan kita cabut, karena kita sesuai dengan World Trade Organization (WTO), tapi itu masih dalam daftar kita," ujarnya usai melakukan rapat koordinasi di Kementerian Perekonomian, Jakarta, Rabu, 11 Juli 2018.

Ia menambahkan negoisasi yang diberikan AS tersebut dianggap wajar. Pasalnya Indonesia telah mengalami surplus ekspor yang cukup besar dari perdagangan ke AS.

"Itu fair saja menurut saya, karena kita ketahui AS mencatat surplus perdagangan kita USD14 miliar, kita sudah surplus tapi menghambat produk dari mereka," tambahnya.

Selain itu, meski ada permintaan seperti itu, pemerintah tidak memberikan relaksasi tarif impor terhadap AS. Namun memberikan Non Tariff Barriers (NTBS) pada komoditas hortikultura dalam bentuk pembebasan kuota.

"Kita enggak ada relaksasi tarif impor, tapi jangan ada non tarif barriers yang dikenakan (kuota)," imbuhnya.

Lebih lanjut, politikus NasDem tersebut menjelaskan sebelumnya komoditas kedelai sempat dikenakan pembatas kuota kepada AS. Namun seiring waktu, kebijakan tersebut tidak disetujui oleh pengusaha tahu dan tempe.

"Misalnya produk tahu dan tempe kan (kedelai) dari mereka dan sulit tergantikan tapi jangan mengenakan tarif sebagai tambahan. Kan sudah diberitakan pengusaha tempe protes, kita juga makan tempenya naik nanti," tuturnya.

Sehingga nantinya pada akhir Juli pihaknya akan menemui USTR untuk membahas kelanjutan dari tarif perdagangan di kedua belah pihak, di mana sebelumnya telah dilakukan komunikasi intensif oleh Kedutaan Besar Indonesia di AS.

"Jadi kami sudah lakukan komunikasi dengan USTR, dan pak Duta Besar kita sudah melakukan komunikasi, dari hasil itu USTR mengundang kami untuk duduk bersama membahas mengenai GSP," pungkasnya.

 


(AHL)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.