Dorong Bisnis e-Commerce, Kominfo Bangun Infrastruktur Broadband

Kautsar Widya Prabowo - 17 April 2018 15:05 wib
Direktur Pos Direktorat Jenderal Penyelenggaran Pos dan
Direktur Pos Direktorat Jenderal Penyelenggaran Pos dan Informatika (PPI) Kominfo Ikhsan Baidirus (tengah) Medcom/Eko Nordiansyah.

Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akan membangun infrastruktur yang memadai guna mendukung perkembangan bisnis e-commerce di Indonesia. Apalagi peluang yang dimiliki oleh bisnis e-commerce di Indonesia terbilang cukup besar didukung oleh pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.

Direktur Pos Direktorat Jenderal Penyelenggaran Pos dan Informatika (PPI) Kominfo Ikhsan Baidirus mengatakan, pemerintah memiliki tugas dan fungsi untuk mendorong pembangunan nasional. Salah satu yang bisa dikembangkan adalah bisnis e-commerce.

"Ada dua hal yang bisa mendukung pergerakan potensi e-commerce nasional, yaitu infrastruktur fisik yang itu di bawah Kementerian PUPR dan pembangunan broadband nasional yang menjadi tanggung jawab kami," kata dia di Kantor Kominfo, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa, 17 April 2018.

Dirinya menambahkan, pembangunan broadband meliputi percepatan jaringan 4G di seluruh Indonesia, pembangunan palapa ring, pembangunan satelit multifungsi. Dengan demikian jaringan broadband menjadi menyeluruh di seluruh wilayah Indonesia.

Kajian Kominfo dan Kementerian Koordinator Perekonomian menyebut, bisnis e-commerce di Indonesia berpotensi meningkat hingga USD130 miliar pada 2020. Untuk itu dibutuhkan kerja sama antar pihak demi mewujudkan potensi tersebut agar bisa tercapai.

"Hal ini dapat terwujud jika tercipta 1.000 digital teknopreneur dengan valuasi bisnis mencapai USD10 miliar. Ini menjadi potensi besar bagi pos logistik nasional, namun e-commerce tersebut juga berhasil apabila didukung logistik yang kuat sebagaimana disebutkan sebelumnya," jelas dia.

Untuk mendorong industri logistik e-commerce, Kominfo akan menggelar seminar 'Kontribusi Industri Logistik untuk Ekonomi Digital'. Seminar ini akan mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dari pihak e-commerce, pelaku industri logistik, serta pemerintah.



(SAW)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.