Bulog Riau Siap Operasi Pasar Telur

    23 Juli 2018 13:17 WIB
    Bulog Riau Siap Operasi Pasar Telur
    Ilustrasi pedagang telur ayam. (FOTO: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo)
    Pekanbaru: Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional Riau-Kepulauan Riau menyatakan siap melaksanakan Operasi Pasar (OP) telur di wilayah setempat jika ada instruksi pemerintah pusat.

    "Kami masih menunggu apakah di Riau perlu dilakukan OP telur atau tidak," kata Kepala Bulog Riau-Kepri A Muis S Ali kepada Antara di Pekanbaru, Senin, 23 Juli 2018.
    A Muis S Ali menjelaskan kebijakan untuk mengendalikan harga dan pasokan termasuk melaksanakan OP bagi Bulog terhadap komoditas pokok tertentu semua sesuai instruksi pemerintah pusat. Seperti yang sudah diberlakukan bagi, beras, gula, minyak goreng, terigu, dan daging kerbau beku.

    Jikalau saat ini telur mengalami gejolak harga di pasaran Bulog Riau-Kepri tidak bisa secara inisiatif dan serta merta ikut mengadakan pasokan untuk pengendalian harga.

    "Semua tergantung penugasan dari pusat," tutur A Muis S Ali.

    Jika memang pemerintah sambung dia memberikan kewenangan itu, maka prinsipnya Bulog Riau-Kepri siap menjalankan. "Bulog Riau siap melaksanakan OP telur bila ada penugasan pemerintah, " pungkasnya.

    Sementara Disperindag Pekanbaru, mengatakan harga telur naik dipicu oleh pelarangan penggunaan suplemen Antibiotic Growth Promoter (AGP) bagi ternak ayam, sebab diduga tidak baik bagi kesehatan.

    "Tidak pakai AGP biaya produksi peternak naik," kata Kepala Perdagangan dan Perindustrian Pekanbaru Ingot Achmad Hutasuhut.

    Ingot menjelaskan kenaikan harga telur ayam dan daging sudah terjadi pascalebaran. Hingga kini tidak kunjung turun bahkan terus meroket. Hal ini sebutnya disebabkan efektifnya peternak ayam potong tidak lagi memakai suplemen AGP dalam pakan seiring kebijakan pelarangan dari
    pemerintah.

    Data berhasil dirangkum antara produksi telur sensitif terhadap pemberian pakan. Sehingga pemberian pakan harus tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat kualitas. Termasuk obat-obatan pencegah penyakit juga.

    Sementara komponen impor dalam bahan baku pakan dan obat-obatan masih besar, dengan naiknya harga dolar memberi pengaruh. Sehingga membuat pakan dan obat-obatan menjadi lebih mahal.

    Peternak dapat mengurangi penggunaan pakan tapi produksi juga ikut turun. Harga telur ayam dalam beberapa pekan ini berada di angka yang cukup tinggi. Dilansir dari hargapangan.id, rata-rata harga telur ayam di DKI Jakarta Rp28 ribu per kg.

    Harga tertinggi berada di Maluku Utara Rp38.800 per kg dan terendah Sumatera Utara sebesar Rp21.600 per kg. Sedangkan di Pekanbaru diecer Rp2.000 per butir dari harga normalnya hanya
    Rp1.300-Rp1.500 per butir.

     



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id