Jaga Pasokan Daging, RI Maksimalkan Kerja Sama Australia

    Ade Hapsari Lestarini - 22 Agustus 2015 17:22 WIB
    Jaga Pasokan Daging, RI Maksimalkan Kerja Sama Australia
    Sapi Australia siap didatangkan ke Indonesia. ANTARA FOTO/Wahyu Putro



    medcom.id, Jakarta: Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memaksimlkan program kerja sama kemitraan Indonesia-Australia untuk ketahanan pangan di sektor daging merah dan ternak sapi (Indonesia-Australia Partnership on Food Security in the Red Meat and Cattle Sector).

    Kerja sama tersebut dilakukan guna mendukung program pemerintah untuk menciptakan swasembada sapi. Kepala BKPM Franky Sibarani menyatakan ada beberapa kesepakatan program antara Indonesia-Australia yang diharapkan berdampak konkret terhadap upaya penciptaan swasembada.






    Kesepakatan tersebut antara lain program pilot project integrasi perkebunan kelapa sawit dan peternakan sapi, sebagai upaya untuk meningkatkan populasi sapi di Indonesia. Guna mewujudkan rencana tersebut, pemerintah Indonesia akan mendatangkan 2.000 ekor sapi indukan (heifers) dan 100 sapi pejantan (bull) asal Australia beserta peralatan pendukung dan tim teknis pendamping.

    "Diharapkan dengan program ini, usaha di bidang pengembangbiakan sapi akan lebih menarik bagi investor karena tercipta model usaha baru yang lebih menguntungkan," ujar Kepala BKPM Franky Sibarani, dalam siaran persnya, di Jakarta, Sabtu (22/8/2015).

    Franky menjelaskan, selama ini kegiatan pengembangbiakan sapi selalu dinilai kurang menarik oleh pengusaha. Terbatasnya lahan mengharuskan para pelaku usaha beternak dengan cara konvensional yakni sistem kandang yang memerlukan ongkos produksi tinggi dan turnover yang lebih lama dibandingkan usaha penggemukkan sapi.

    Sementara model integrasi sapi-sawit dipercaya dapat mengurangi biaya pupuk bagi perkebunan kelapa sawit dan mengurangi ongkos produksi pakan dan perawatan bagi peternakan sapi.

    "Jika program ini berhasil, maka dapat diduplikasi oleh pengusaha sawit lainnya sehingga dapat mendukung program ketahanan pangan Pemerintah Indonesia atas daging sapi dan mengurangi ketergantungan impor. Hal ini juga membuka peluang baru bagi investasi di bidang peternakan sapi," jelas dia.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id