Kalbe Dukung Insentif untuk Riset Industri

    M Studio - 15 November 2019 16:55 WIB
    Kalbe Dukung Insentif untuk Riset Industri
    Kalbe dan Tempo Institute mengadakan diskusi terfokus dan menerbitkan policy brief dengan topik Menanti Insentif Riset untuk Industri (Foto:Dok.Kalbe)
    Jakarta: PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) dan Tempo Institute mengadakan diskusi terfokus dan menerbitkan policy brief dengan topik Menanti Insentif Riset untuk Industri.  

    Kebijakan ringkas ini bertujuan untuk mendorong Kementerian Keuangan Republik Indonesia untuk segera menelurkan aturan operasional terkait Peraturan Pemerintah nomor 45 tahun 2019.  

    Kebijakan Presiden Joko Widodo ini dinilai sebagai stimulan bagi industri untuk menggiatkan kegiatan riset melalui pengurangan pajak hingga 300 persen. 

    Hadir dalam diskusi terfokus tersebut perwakilan Menko Ekonomi, Kemenristekdikti, Kemenperin, Kemenkes, GP Garmasi, serta perwakilan dunia usaha.

    “Kalbe selalu berkomitmen untuk mengembangkan penelitian di Indonesia sehingga diharapkan muncul inovasi-inovasi baru yang bermanfaat bagi masyarakat, “ kata Direktur Hubungan External PT Kalbe Farma Tbk, Pre Agusta.

    “Kami berharap kebijakan pengurangan pajak bagi kegiatan penelitian ini memberikan dorongan positif bagi iklim penelitian di Indonesia, khususnya bagi Industri, “ ucap Pre Agusta menambahkan.

    Pada diskusi kali ini Kalbe berkolaborasi dengan Tempo Institute karena Tempo Institute merupakan bagian dari Tempo Media Group yang juga memiliki inisiatif dalam bidang penelitian dan pengembangan.  

    Kalbe telah menjalin kerja sama dengan Tempo dalam program Ristekdikti Kalbe Science Award (RKSA) yakni program penghargaan kepada peneliti-peneliti terbaik di Indonesia sejak 2010 hingga 2016, dan kerja sama program Kalbe Junior Scientist Award untuk menumbuhkan kecintaan anak terhadap dunia sains pada 2011-2019.

    Diskusi yang dipandu oleh DIrektur Tempo Institute Qaris Tajudin ini menghasilkan beberapa poin utama dalam policy brief, yaitu membuka peluang bagi semua industri yang melakukan riset dan pengembangan untuk memperoleh insentif, insentif penelitian meliputi biaya modal dan biaya operasional hingga bagaimana mekanisme penilaian dan pengajuan klaim secara sederhana, serta kriteria dan gradasi nilai insentif harus jelas sejak awal.

    Dengan kondisi yang demikian, PP 45/2019 dianggap sebagai terobosan penting, sebuah motor baru yang diharapkan dapat menggerakkan riset komersial di dalam negeri demi pengembangan industri dan perekonomian nasional pada umumnya. 

    Mengingat kebijakan baru ini belum mengatur hal-hal teknis, keberhasilan mendorong kegiatan riset dan pengembangan yang bisa melahirkan inovasi sangat bergantung pada kemampuan pemerintah, khususnya Kementerian Perekonomian, dalam merumuskan aturan pelaksanaan yang jelas, adil, transparan, dan memudahkan industri untuk terlibat.

    (ROS)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id