Dana Nasabah Jiwasraya Dicicil Kuartal II-2020

    Desi Angriani - 09 Januari 2020 21:01 WIB
    Dana Nasabah Jiwasraya Dicicil Kuartal II-2020
    Asuransi Jiwasyara. Foto : MI/RAMDANI.
    Jakarta: PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dipastikan membayar dana nasabah secara bertahap pada kuartal II 2020. Pembayaran tunggakan itu melalui cashflow holdingisasi BUMN asuransi sebesar Rp1,5 triliun.

    "Seperti yang kami sampaikan selama ini, mungkin kuartal II udah mulai, tahun ini. Yang pasti kuartal II dengan Jiwasraya Putra, holdingisasi, kita harapkan bertahap lah," kata Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis, 9 Januari 2020.

    Arya mengungkapkan pembayaran tunggakan akan mengutamakan nasabah-nasabah kecil. Dari hasil holding perusahaan asuransi pelat merah, pemerintah menaksir dana masuk sebesar Rp1,5 triliun di luar penjualan aset.

    "Tapi yang kita utamakan nasabah kecil," ungkap dia.

    Lebih lanjut terdapat tiga skenario pemerintah dalam menyelamatkan Jiwasraya. Di antaranya pembentukan anak usaha Jiwasraya Putra yang sebagian sebagian sahamnya akan dilepas ke investor.

    Arya menambahkan melalui pembentukan holding dan pelepas aset finansial berupa saham akan mendatangkan dana sebesar Rp5,6 triliun. Pemerintah juga akan melakukan restrukturisasi pembayaran utang Jiwasraya.  

    "Aset-asetnya Jiwasraya yang saham yang naik nantinya diperkirakan Rp5,6 triliun," pungkas dia.

    Jiwasraya diketahui melakukan rekayasa laporan keuangan sejak 2006. Asuransi pelat merah itu banyak menempatkan dana investasi di saham-saham gorengan. Sebanyak 95 persen dana investasi Jiwasraya ditempatkan di saham 'sampah'.

    Berdasarkan dugaan awal, total dana yang diinvestasikan di saham gorengan tersebut mencapai Rp5,7 triliun atau 22,4 persen dari total investasi Jiwasraya.

    Tidak hanya itu, 98 persen dari dana investasi di reksa dana atau senilai Rp14,9 triliun dititipkan pengelolaannya kepada perusahaan-perusahaan manajer investasi dengan kinerja buruk.

    Hingga Agustus 2019, Jiwasraya menanggung potensi kerugian negara sebesar Rp13,7 triliun. Jiwasraya membutuhkan dana Rp32,89 triliun agar bisa mencapai rasio Risk Based Capital (RBC) minimal 120 persen. Demi mengusut kasus Jiwasraya, Kejagung telah mencekal 10 orang. Mereka adalah, HR, DA, HP, NZ, DW, GL, ER, HD, BT, AS.



    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id