Kemenhub Bakal Modifikasi Rute Destinasi Tol Laut 2020

    Ilham wibowo - 11 Desember 2019 16:43 WIB
    Kemenhub Bakal Modifikasi Rute Destinasi Tol Laut 2020
    Ilustrasi. Foto : MI/Budi Warsito
    Jakarta: Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berencana memangkas waktu perjalanan armada tol laut untuk memaksimalkan potensinya dalam pemerataan harga logistik. Modifikasi rute destinasi rencananya bakal dilakukan untuk layanan 2020.

    "Armadanya belum tambah, hanya destinasi kami modifikasi sehingga jalurnya akan lebih banyak," kata Dirjen Perhubungan Laut Agus Purnomo ditemui di gedung Kementerian PUPR, Jakarta Selatan, Rabu, 11 Desember 2019.

    Langkah modifikasi rute tersebut merupakan perubahan agar waktu pengiriman barang bisa lebih singkat di pelabuhan tujuan. Agus pun memastikan pihaknya bakal lebih fokus di layanan kapal pengumpan sebagai akses dari pelabuhan kecil ke 20 trayek tol laut.

    "Yang jauh-jauh itu akan banyak pakai kapal komersial dan kami fokus di feeder-nya," ungkapnya.

    Pemanfaatan teknologi informasi juga  bakal diterapkan untuk monitoring kegiatan perjalanan logistik. Saat ini, kata Agus, desain rute baru tersebut beberapa di antaranya telah siap diimplementasikan.

    "Beberapa rute baru sudah kami desain dan nanti akan disampaikan, tarifnya akan tetap seperti yang lalu tidak ada perubahan," tuturnya.

    Agus memaparkan, modifikasi rute trayek tol laut ini dinilai sebagai solusi terbaik agar perannya bisa lebih banyak mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Perubahan rute ini pun diyakini akan memperbanyak jumlah partisipasi masyarakat dan dunia usaha dalam mendukung pemerataan logistik dan harga.

    "Bukan armada tapi rutenya terlalu lama, kami perpendek sekarang dengan melibatkan kapal komersial dan feeder supaya lebih cepat," paparnya.

    Agus membantah tol laut merupakan program yang kurang optimal dan mubazir dalam pemanfaatan keuangan negara. Sejumlah kepala daerah, kata Agus, telah meminta langsung kepada Kemenhub agar segera memberlakukan rute singgah di daerahnya.

    "Mayoritas daerah yang kami singgahi sangat membutuhkan, bahkan ada beberapa daerah hanya kapal tol laut yang bisa angkut barang seperti di Morotai. Beberapa kepala daerah lainnya juga banyak minta agar kapal tol laut ini juga singgah," pungkasnya.
     

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id