• DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK : Tanggal 19 SEP 2018 terkumpul RP 19.955.605.901

Mendag Ajak Pengusaha Tekstil Perangi Produk Impor

Ilham wibowo - 14 September 2018 19:06 wib
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. (Foto: Medcom.id/Ilham
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. (Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo)

Bandung: Pengusaha tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional diminta meningkatkan kinerjanya untuk memenuhi seluruh pasar dalam negeri hingga ekspansi. Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menyakini produk dalam negeri mampu persaingan dengan produk impor.

"Masuknya barang dari luar enggak bisa kita stop karena kita tidak mampu mengisi kebutuhan dalam negeri itu sendiri. Menjual di dalam negeri saja sudah cukup, padahal tidak saudara, peluang pasar banyak," ujar Enggar dalam forum dialog bersama Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) di Hotel Four Point Seraton, Bandung, Jumat, 14 September 2018.

Peluang produk industri TPT menembus pasar dunia kini tak akan hanya sebatas mimpi. Enggar memastikan pemerintah bakal terus berdiplomasi agar TPT dari Tanah Air mendapat karpet merah melalui kerja sama perdagangan bersama negara lain.

"Tidak benar kita tidak mampu bersaing, ada contoh konkrit kita bisa masuk ke Tiongkok, bahkan sekarang Bangladesh dan itu luar biasa dilakukan selain pasar tradisional Amerika dan Eropa," ungkapnya.

Menurut Enggar produk industri TPT menjadi prioritas pengembangan ekspor agar negara tak selalu bergantung pada komoditas minyak dan gas. Industri TPT dinilai merupakan produk ekspor yang bisa memberikan nilai tambah. Karenanya, pemerintah bakal terus didorong agar produk bisa bersaing di pasar dunia.

"Beliau (Presiden Jokowi) minta produk yang bernilai tambah seperti tekstil dan furnitur untuk kita dorong, sehingga setiap perjanjian perdagangan yang kami lakukan TPT ini prioritas utama dapatkan zero tax," bebernya.

Perjanjian kerja sama perdagangan dengan negara lain terus dilakukan untuk membuka pasar baru bagi potensi industri dalam negeri. Pada November 2018 mendatang, kata Enggar, pemerintah Indonesia dan Australia akan bersepakat dalam meningkatkan sektor perdagangan melalui kerja sama Comprehensive Economic Partnership (IA-CEPA).

"Diharapkan November kita lakukan penandatanganan CEPA. Lalau awal tahun depan kita dapatkan berbagai kemudahan perdagangan dan potensi pasar besar," tandasnya.

 


(AHL)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.