PKEK Mentawai akan Menjadi Lokasi Selancar Terbaik di dunia

    Kautsar Widya Prabowo - 25 Juli 2018 21:23 WIB
    PKEK Mentawai akan Menjadi Lokasi Selancar Terbaik di dunia
    Mentawai MI/Yose.
    Jakarta: Pemerintah sedang mendorong Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Mentawai, Sumatera Barat, untuk menjadi salah satu lokasi selancar terbaik di dunia. Sehingga diharapkan adanya peningkatan dari segi pariwisata dan ekonomi.

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menjelaskan saat ini terdapat 26 titik tempat selancar terbaik di dunia. "Pulau (Mentawai) mau dibikin jadi salah satu selancar terbaik dunia ,"ujar Luhut, di Kantornya, Jakarta, Rabu, 25 Juli 2018.

    Ia menambahkan, untuk mendorong KEK, akan dikembangkan empat pelabuhan, yaitu Pelabuhan Mabuku, Teluk Tampang, Carocok Painan, dan satu pelabuhan yang diprioritaskan pelabuhan Bajau. Pelabuhan tersebut akan dibangun jalan sepanjang 39 km.

    "Pelabuhan yang tidak ada jalan 39 km, ya Presiden mau selesaikan dengan Menteri Basuki. Perbaikan Jalan dengan empat jembatan," tambahnya.

    Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Laut Kemenhub, Agus Purnomo mengatakan total anggaran yang diperoleh dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp60 miliar. "Pelabuhan Bajo dianggarkan Rp60 miliar," imbuhnya.

    Sebelumnya, Kemenhub untuk mendukung konektivitas wisata di KEK Sumbar yakni Sei Mangkei menuju Pelabuhan Kuala Tanjung. Sehingga dapat menarik minat investor untuk datang dan berinvestasi di wilayah tersebut.

    Di Sumatra, provinsi-provinsi tersebut adalah Riau, Jambi dan Sumatra Selatan, sedangkan di Kalimantan adalah Provinsi Kalimantan Timur, Tengah, Barat dan Selatan.

    Dukungan Bank Dunia terhadap sektor agraria Indonesia merupakan komponen penting dari Kerangka Kerja Kemitraan Negara Kelompok Bank Dunia untuk Indonesia, yang memberi fokus pada prioritas pemerintah dengan dampak besar pada pembangunan.

    "Dukungan yang diberikan oleh Bank Dunia akan memodernisasi sistem dan layanan administrasi pertanahan. Bank Dunia mendukung program reforma agraria, dan salah satu tujuan pentingnya adalah memetakan wilayah atau pemukiman atau perbatasan di Indonesia,"?kata?Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan A. Djalil.

    Rodrigo menilai Indonesia pada saat ini berada di jalur yang tepat untuk mencapai sasaran sertifikasi dan pendaftaran setiap bidang tanah pada 2025. Namun, menurut Bank Dunia, masih ada beberapa tantangan utama dalam pencapaian sasaran utama tersebut.

    Kurangnya data geospasial beresolusi tinggi yang konsisten dan terverifikasi di lapangan telah mengakibatkan klaim tumpang tindih, ketidakpastian kepemilikan dan tata kelola lahan yang lemah.

    Kemudian, ketidakjelasan secara keseluruhan juga menyulitkan penegakan hukum dan peraturan yang dirancang untuk mengelola sumber daya tanah secara berkelanjutan. Pengalaman global mendorong sistem terpadu untuk mendaftarkan seluruh tanah dan hak penggunaan, termasuk tanah negara.

    Program 'One Map' akan meningkatkan sinkronisasi perencanaan tata ruang dan pengambilan keputusan di seluruh instansi pemerintah juga pengguna umum secara lebih luas. Selain itu, Indonesia juga akan terbantu dalam upaya memenuhi target pengurangan emisi gas rumah kaca, yang dua-pertiganya berasal dari konversi penggunaan lahan.



    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id