Enam Kepala Daerah Kuasai Elektabilitas Capres, PSI-PDIP Menguat

    Medcom - 14 Mei 2020 10:00 WIB
    Enam Kepala Daerah Kuasai Elektabilitas Capres, PSI-PDIP Menguat
    ilustrasi. Medcom.id
    Jakarta: Pemilu 2024 diprediksi menjadi pertarungan elite baru produk pilkada. Enam figur kepala daerah diprediksi bakal bersaing di Pilpres 2024.
     
    Hal itu terlihat dari hasil survei yang dilakukan Polmatrix Indonesia pada 1-7 Mei 2020, dengan jumlah responden 2 ribu orang tersebar di seluruh provinsi Indonesia.
     
    Direktur Eksekutif Polmatrix Indonesia Dendik Rulianto mengatakan, habisnya masa kekuasaan Presiden Joko Widodo pada 2024, tersisa Prabowo dan Sandiaga Uno yang masih berpeluang maju kembali. Tetapi mereka akan ditantang sejumlah kepala daerah yang pengaruh politiknya terus meningkat.
     
    “Pemilu 2024 diprediksi menjadi pertarungan elite produk pilkada langsung, ada enam figur yang menguasai enam besar elektabilitas calon presiden,” kata Direktur Eksekutif Polmatrix Indonesia Dendik Rulianto dalam keterangan tertulisnya, Kamis 14 Mei 2020.
     
    Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendapat elektabilitas 13,7 persen. Diikuti Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (12,8 persen), Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (7,9 persen), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (5,6 persen), Tri Rismaharini (3,0 persen) dan Nurdin Abdullah (1,0 persen).
     
    Menurut Dendik, tingginya elektabilitas para kepala daerah membuktikan berjalannya proses demokrasi dan desentralisasi di Indonesia. Posisi mereka sebagai pemimpin pemerintahan di daerah membuat kedekatan dengan masyarakat menguat dibanding sosok politik nasional.
     
    “Sebut saja figur Ketua DPR Puan Maharani yang kerap disebut-sebut sebagai penerus kepemimpinan di PDIP hanya meraih elektabilitas 1,1 persen, Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono 2,7 persen,” kata Dendik.

    Enam Kepala Daerah Kuasai Elektabilitas Capres, PSI-PDIP Menguat
     
    Dendik menyebut di antara para elit politik ada juga nama sejumlah menteri Jokowi, seperti Erick Thohir (3,6 persen) dan Mahfud MD (1,6 persen).
     
    Prabowo masih menduduki elektabilitas tertinggi sebesar 18,9 persen, sedangkan Sandi berada pada posisi ke-4 dengan elektabilitas 8,6 persen. Peluang keduanya masih terbuka lebar mengingat masih tingginya elektabilitas Gerindra yang berada di bawah PDIP dan makin jauh meninggalkan Golkar.
     
    “PDIP diprediksi kembali unggul pada Pileg 2024, yang berarti bisa berkuasa tiga periode berturut-turut sejak 2014, memecahkan rekor sejak reformasi,” jelas Dendik.
     
    Selain itu elektabilitas PDIP yang meroket hingga 33,3 persen menjadikannya sebagai partai politik yang kuat di Indonesia. Gerindra menyusul sebesar 13,7 persen dan Golkar 9,2 persen.
     
    Partai-partai berbasis keislaman didominasi oleh PKB (6,2 persen) dan PKS (5,4 persen), sedangkan PAN merosot tinggal 2,2 persen. Perpecahan yang membayangi PAN ditandai dengan rencana Amien Rais mendirikan partai baru ditengarai berpengaruh terhadap elektabilitas PAN. Sedangkan PPP (1,5 persen) makin terancam hilang dari percaturan politik.
     
    Partai-partai nasionalis menduduki posisi papan tengah, yaitu PSI (4,3 persen), Nasdem (4,1 persen), dan Demokrat (3,8 persen).
     
    “Tingginya elektabilitas PSI disumbang dari sikap kritis terhadap Gubernur DKI Anies Baswedan, di samping program kerakyatan yang agresif selama pandemi corona,” ujar Dendik.
     
    Pada posisi papan bawah terdapat Perindo (1,1 persen), Hanura (0,9 persen), Berkarya (0,3 persen), PBB (0,2 persen), Garuda (0,1 persen), dan PKPI (0,1 persen). “Keberadaan partai-partai ‘gurem’ ini bakal makin terancam jika muncul pendatang baru, seperti partai besutan Amien Rais dan partai baru pecahan PKS,” pungkas Dendik.
     
    Pada survei terhadap elektabilitas capres, nama-nama lain hanya meraih kurang dari 1 persen dan sisanya tidak tahu/tidak menjawab 18,1 persen. Sedangkan pada survei terhadap elektabilitas partai politik, masih terdapat responden yang tidak tahu/tidak menjawab sebesar 13,6 persen.
     
    Survei Polmatrix Indonesia dilakukan pada 1-7 Mei 2020, dengan jumlah responden 2.000 orang mewakili seluruh provinsi di Indonesia. Metode survei dilakukan dengan menghubungi melalui sambungan telepon terhadap responden survei sejak 2019 yang dipilih secara acak. Margin of error survei sebesar 2,2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.


    (FZN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id