BI Musnahkan 50.087 Lembar Uang Palsu

    Husen Miftahudin - 26 Februari 2020 14:05 WIB
    BI Musnahkan 50.087 Lembar Uang Palsu
    Pemusnahan uang palsu - - Foto: Medcom/ Husen Miftahudin
    Jakarta: Bank Indonesia (BI) bersama Bareskrim Polri melakukan pemusnahan terhadap 50.087 lembar uang rupiah palsu. Uang rupiah palsu tersebut merupakan hasil temuan dari proses pengolahan uang dan klarifikasi masyarakat di Kantor Pusat Bank Indonesia selama rentang waktu 2017 hingga Januari 2018, serta bukan merupakan barang bukti atas kasus tindak pidana.

    "Pemusnahan uang rupiah palsu sejumlah 50.087 lembar tersebut terdiri dari pecahan Rp100 ribu sampai dengan Rp100," kata Direktur Departemen Pengelolaan Uang BI Yudi Harymukti di kantor pusat Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu, 26 Februari 2020.

    Yudi menjelaskan, pemusnahan uang rupiah palsu ini berdasarkan ketetapan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Hal ini juga menjadi wujud pelaksanaan amanat pengelolaan uang yang dimandatkan Bank Indonesia sesuai Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.

    "Pemusnahan uang rupiah ini merupakan salah satu cara untuk melindungi masyarakat dengan memastikan uang rupiah yang sudah kita temukan tidak beredar kembali di masyarakat," tegas Yudi.

    Di sisi lain, kerja sama Bank Indonesia dan Polri dalam penanggulangan uang rupiah palsu dilaksanakan sesuai Nota Kesepahaman tentang Kerja Sama dalam Rangka Mendukung Pelaksanaan Tugas dan Kewenangan Bank Indonesia dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia.

    Kerja sama tersebut antara lain diwujudkan dengan pemeriksaan barang bukti pengungkapan kasus uang rupiah palsu, pemberian keterangan ahli dalam pengungkapan kasus uang rupiah palsu, sosialisasi/edukasi terkait uang rupiah, serta koordinasi dan pertukaran informasi.

    "Salah satu tantangan kami di BI dalam menjalankan amanat terhadap pengelolaan rupiah khususnya terhadap peredaran adalah pemalsuan uang rupiah. Tentunya ini harus kita cegah dan kita kendalikan karena selain merugikan masyarakat dan perbankan nasional, juga merendahkan martabat rupiah sebagai salah satu simbol kedaulatan NKRI," ucap dia.

    Sementara itu, Kasubdit IV Dittipideksus Bareskrim Polri Kombes Pol Victor Togi Tambunan menyebutkan pemusnahan uang rupiah palsu ini merupakan hasil temuan di wilayah Jabodetabek. Utamanya berasal dari hasil klarifikasi masyarakat ke BI, hasil temuan perbankan dari setoran masyarakat, dan hasil temuan BI dari setoran perbankan.

    "Karena tidak dapat diusut pemiliknya, tidak memiliki tempat penyimpanan uang palsu, dan untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan terkait dengan uang palsu tersebut, maka pemusnahan akan dilakukan dengan meminta persetujuan penetapan dari Pengadilan Negeri Jakarta Selatan," imbuh dia.

    Victor bilang, pemusnahan uang rupiah palsu tersebut dilakukan dengan menggunakan fasilitas Bank Indonesia berupa mesin racik uang kertas. Sementara terhadap uang palsu yang ditemukan di wilayah kepolisian daerah (polda), pemusnahannya dilakukan oleh pihak polda berkoordinasi dengan pihak Bank Indonesia.

    "Polri tetap berupaya mengawasi dan menindak tegas pelaku uang palsu yang meresahkan masyarakat mengingat sebentar lagi akan ada Lebaran dan suasana politik yang dikhawatirkan akan ada penyebaran uang palsu," pungkas Victor. 



    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id