Tingkatkan Kualitas Instruktur, Kemenaker Gelar Kompetisi KKIN

    Gervin Nathaniel Purba - 23 Agustus 2019 11:56 WIB
    Tingkatkan Kualitas Instruktur, Kemenaker Gelar Kompetisi KKIN
    Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Kemenaker Bambang Satrio Lelono (Foto:Dok.Kemenaker)
    Serang: Guna mempercepat peningkatan kompetensi instruktur pelatihan vokasi di Indonesia, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menyelenggarakan Kompetisi Kompetensi Instruktur Nasional (KKIN). 

    Kompetisi KKIN merupakan metode untuk meningkatkan kompetensi instrukur baik secara individu maupun kedinasan. Melalui kompetisi ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi dan daya saing tenaga kerja secara nasional.

    "Dalam hal pembinaan percepatan peningkatan kompetensi instruktur di Indonesia, salah satu metode yang efektif digunakan yaitu dengan cara melakukan kompetisi antar instruktur yang terstruktur dan sistematis sebagai ajang untuk mengukur, meningkatkan, dan pemerataan peningkatan kompetensi yang terintegrasi," kata Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Kemenaker Bambang Satrio Lelono, Jumat, 23 Agustus 2019.

    Menyiapkan tenaga kerja berkompeten dan berkarakter positif dapat dilakukan melalui tiga pilar utama, yaitu tersedianya standar kompetensi, pelatihan berbasis kompetensi, dan sertifikasi kompetensi. 

    Agar mendapatkan hasil yang maksimal, ketiga komponen tersebut harus dibangun dan dikembangkan secara komprehensif, terpadu, dan berkesinambungan.

    Salah satu metode yang efektif untuk meningkatkan kompetensi, profesionalisme, inovasi, dan kreativitas instruktur lembaga pelatihan adalah kompetisi antar instruktur.

    "Kompetisi ini merupakan upaya meningkatkan kemampuan sekaligus membina instruktur agar lebih kompeten, profesional, kreatif, dan inovatif," kata Bambang.

    Kompetensi instruktur yang dikompetisikan dalam KKIN meliputi kompetensi teknis kejuruan dan kompetensi metodologi pelatihan. Bidang yang dikompetisikan meliputi sembilan bidang kompetisi, yaitu pengelasan (welding), otomotif kendaraan ringan (automobile technology), instalasi listrik (electrical installation), tata busana (fashion technology), pendingin dan tata udara (refrigeration and AC), elektronika (electronics), desain grafis (graphic design technology), perancangan rekayasa mekanik CAD (Mechanical Engineering Design CAD), dan solusi perangkat lunak teknologi informasi untuk bisnis (IT Software Soltion for Business).

    "Pembinaan terhadap Instruktur harus terus ditingkatkan guna mewujudkan Instruktur yang kompeten, professional, dan mampu menghasilkan tenaga kerja siap kerja. Selain itu juga dapat diterima di pasar kerja," katanya.

    KKIN VII Regional Banten diikuti 75 orang yang berasal dari empat propinsi. Keempat provinsi tersebut ialah Provinsi Banten, Lampung, DKI Jakarta, dan Kalimantan barat. Ada dari BBPLK Serang, BLK UPTD Binaan, LPKS dan Perusahaan.

    Kompetisi dilaksanakan di dua tempat, BBPLK Serang untuk delapan bidang lomba dan metodologi. Kemudian, BLK Cilegon untuk bidang lomba tata busana.

    "Saya harapkan setelah pulang ke daerah masing-masing, para kompetitor dapat memberikan kontribusi positif dalam rangka meningkatkan kualitas lulusan Lembaga Pelatihan Kerja," ujar Bambang.



    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id