Selamatkan Jiwasraya

    Erick Targetkan Holding BUMN Asuransi Rampung 6 Bulan

    Desi Angriani - 18 Desember 2019 10:41 WIB
    Erick Targetkan <i>Holding</i> BUMN Asuransi Rampung 6 Bulan
    Presiden Joko Widodo bersama dengan Menteri BUMN Erick Thohir. FOTO: Medcom.id/Desi Angriani
    Balikpapan: Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menargetkan pembentukan holding BUMN Asuransi rampung dalam waktu enam bulan. Langkah ini dilakukan untuk menyelamatkan PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

    "Insyaallah dalam enam bulan ini kita coba persiapkan solusi-solusi yang salah satunya diawali dengan pembentukan holdingnisasi pada perusahaan asuransi," ujar Menteri BUMN Erick Thohir, di Hotel Novotel, Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa, 18 Desember 2019.

    Ia menjelaskan skenario holding perusahaan asuransi pelat merah ini akan menyokong sisi pendanaan. Dana masuk tersebut bakal membantu nasabah dalam mendapatkan kepastian. "Supaya nanti ada cash flow juga membantu nasabah yang hari ini belum mendapat kepastian," ungkapnya.

    Namun demikian, penyelamatan Jiwasraya tersebut seiring dengan restrukturisasi perusahaan BUMN. Sebab, banyak perusahaan pelat merah yang membutuhkan penyehatan. "Prosesnya diawali nanti  dengan restrukturisasi. Sesuai yg diharapkan oleh bapak presiden memang bahwa banyak hal-hal yang di BUMN itu harus direstrukturisasi," terangnya.

    Sementara itu, Presiden Joko Widodo menyebut bailout atau gagal bayar yang menimpa Jiwasraya sudah terjadi sejak lama. Alternatif penyelamatan asuransi tersebut tengah dilakukan oleh Kementerian BUMN maupun Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

    "Kita tengah mencari solusi itu, sudah ada masih dalam proses semuanya. Tapi yang berkaitan dengan hukum ya ranahnya memang sudah masuk ke kriminal sudah masuk ke ranah hukum," tegas Jokowi.

    Jiwasraya membutuhkan dana Rp32,89 triliun agar bisa mencapai rasio Risk Based Capital (RBC) minimal 120 persen. Secara umum, RBC adalah pengukuran tingkat kesehatan finansial suatu perusahaan asuransi, dengan ketentuan OJK mengatur minimal batas RBC sebesar 120 persen.
     
    Terdapat empat alternatif penyelamatan Jiwasraya. Mulai dari strategic partner yang menghasilkan dana Rp5 triliun, inisiatif holding asuransi Rp7 triliun, menggunakan skema finansial reasuransi sebesar Rp1 triliun dan sumber dana lain dari pemegang saham sebesar Rp19,89 triliun. Jadi, total dana yang dihimpun dari penyelamatan tersebut sebesar Rp32,89 triliun.
     
    Saat ini ada delapan perusahaan yang tertarik menyuntikan dana untuk pemulihan Jiwasraya. Nantinya satu perusahaan dengan penawaran terbaik akan dipilih untuk menjadi pemegang saham di Jiwasraya Putra sebagai anak usaha dari Jiwasraya.
     
    Jiwasraya Putra telah membuat perjanjian kerjasama distribusi, salah satunya melalui kerja sama kanal pemasaran bancassurance. Kerja sama tersebut akan menggandeng perusahaan BUMN seperti PT Bank Tabungan Negara Tbk, PT Pegadaian, PT Telekomunikasi Seluler dan PT Kereta Api Indonesia.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id