Tingkat Keberhasilan Pengembalian Fintech Capai 96,94% - Medcom

    Tingkat Keberhasilan Pengembalian Fintech Capai 96,94%

    Nia Deviyana - 09 Oktober 2019 20:10 WIB
    Tingkat Keberhasilan Pengembalian <i>Fintech</i> Capai 96,94%
    Ilustrasi. FOTO: Medcom.id.
    Jakarta: Asosiasi Fintech Pendanaan Indonesia (AFPI) menggunakan tingkat keberhasilan pengembalian pada hari ke-90 (TKB90) untuk meningkatkan transparansi sekaligus membantu calon pemberi pinjaman (lender) dalam mengetahui risiko penempatan dananya.

    "Hingga Agustus 2019 tercatat TKB90 penyelenggara Fintech P2P Lending terdaftar mencapai 96,94 persen," ujar Kepala Bidang Kelembagaan dan Humas AFPI Tumbur Pardede, melalui keterangan resminya, Rabu, 9 Oktober 2019.

    Tumbur melanjutkan dari hasil kajian AFPI bersama Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Fintech P2P lending telah memberikan kontribusi sebesar Rp60 triliun atau setara dengan USD4,5 miliar terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia.

    Kehadiran fintech P2P lending juga menambahkan 362 ribu lapangan pekerjaan baru, khususnya perkembangan usaha mikro, kecil, dan menegah (UMKM) terkait pendanaan dan mampu mengantaskan kemiskinan hingga 177 ribu orang pada akhir 2019.

    "AFPI ditunjuk sebagai asosiasi yang fokus kepada peer-to-peer lending dibentuk pada 5 Oktober 2018 dan diresmikan pada 17 Januari 2019 dengan anggota penyelenggara yang terdaftar hingga saat ini berjumlah 127 Anggota yang bergerak di bidang produktif, multiguna, konsumtif dan syariah," paparnya.

    Seiring dengan pertumbuhan industri yang kian pesat, sebanyak tujuh anggota Fintech P2P Lending yang terdaftar di AFPI telah menyandang status berizin oleh Otoritas Jasa Keuangan. Pencapaian ini akan terus bertambah sebagai wujud peningkatan kepercayaan stakeholder kepada industri Fintech P2P Lending di Indonesia.

    Dalam menjalankan perannya tersebut, AFPI dilengkapi dengan kerangka kerja Perlindungan Konsumen yang terdiri dari Code of Conduct, Komite Etika, dan Saluran Pengaduan Konsumen (Jendela) untuk dapat diterapkan oleh para anggota dalam menjalankan standar praktik bisnis yang tepat di Indonesia.

    AFPI, kata Tumbur, bersama OJK secara berkelanjutan menyelenggarakan edukasi bagi calon penyelenggara terdaftar  dalam menerapkan standar praktik bisnis Fintech P2P Lending yang baik di Indonesia dengan mengedepankan perlindungan konsumen.

    "AFPI bersama anggota penyelenggara Fintech P2P Lending telah membangun ekosistem layanan keuangan berbasis digital yang semakin solid dengan kontribusi yang berkelanjutan sebagai solusi pemberian layanan finansial yang memadai," pungkasnya.

    Adapun berdasarkan data AFPI, akumulasi penyaluran pinjaman per Agustus 2019 mencapai Rp54,71 triliun atau meningkat 141,40 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Sementara akumulasi rekening lender sudah mencapai 530.385 entitas atau meningkat 155,60 persen secara year to date (ytd). Begitu juga dengan akumulasi rekening borrower sudah mencapai 12.832.271 entitas atau meningkat 194,36 persen year to date (ytd).



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id