MAGHRIB 17:47

    Untuk Jakarta dan sekitarnya

    IMSAK 04:26
    SUBUH 04:36
    DZUHUR 11:53
    ASHAR 15:14
    ISYA 19:00

    Download Jadwal Imsakiyah

    Kepala Bappenas Bahas Pembangunan Kesehatan RI di Washington

    Ade Hapsari Lestarini - 19 April 2019 14:06 WIB
    Kepala Bappenas Bahas Pembangunan Kesehatan RI di Washington
    Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro saat menghadiri IMF-WB Spring Meeting 2019 di Washington. (FOTO: dok Bappenas)
    Washington: Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menghadiri acara Financing Universal Health Coverage (UHC): Aligning Around a Country-Led Vision, pada 13 April lalu. Ini dilakukannya dalam rangkaian kunjungan kerja ke World Bank Group-International Monetary Fund Spring Meeting, di Washington DC.

    Dalam kegiatan tersebut Menteri Bambang membahas perlindungan kesehatan finansial Indonesia, yakni tercakup dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Menurutnya, Indonesia berkomitmen melakukan perlindungan finansial kesehatan.
    "Komitmen tinggi Pemerintah Indonesia untuk mencapai akses kesehatan universal atau UHC telah diterjemahkan ke dalam kebijakan pembangunan kesehatan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019," tutur Bambang, seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 16 April 2019.

    Menurut dia tujuan pembangunan kesehatan dalam RPJMN 2015-2019 tidak hanya untuk meningkatkan status kesehatan dan gizi penduduk, tetapi juga untuk meningkatkan pemerataan layanan kesehatan dan perlindungan finansial.

    "Berbicara perlindungan finansial, kemajuan Indonesia terlihat cukup menjanjikan, mengingat 3,61 persen populasi masih menghadapi situasi pembayaran fasilitas kesehatan dengan prinsip out-of-pockets," jelasnya.

    Angka tersebut masih berada di bawah rata-rata negara-negara lain, yakni 9,2 persen sehingga menunjukkan Indonesia masih lebih baik dalam menjamin perlindungan finansial masyarakatnya.

    Namun demikian, lanjutnya, meskipun perlindungan finansial berhasil mencapai target sebagian besar penduduk, Indonesia tetap perlu meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan untuk mencapai UHC.

    UHC adalah komitmen pemerintah di seluruh dunia untuk meningkatkan kesehatan masyarakatnya yang memiliki dampak langsung terhadap kualitas SDM negara tersebut. Dengan memastikan akses ke layanan kesehatan yang berkualitas, masyarakat dapat menjadi lebih produktif dan anak-anak menjadi sehat dan berprestasi di sekolah.

    Dengan perlindungan risiko finansial, masyarakat dicegah masuk ke dalam lingkaran kemiskinan yang lebih dalam karena harus membayar biaya kesehatan yang sangat besar.

    "UHC adalah komponen penting dari pembangunan berkelanjutan dan pengurangan kemiskinan, dan menjadi elemen kunci dalam mengurangi kesenjangan sosial," jelas Bambang.

    Dalam Global Monitoring Report on Tracking Universal Health Coverage 2017, WHO dan World Bank menggunakan dua indikator untuk memantau kemajuan negara menuju UHC.

    Selain perlindungan finansial, indikator lainnya adalah  indeks cakupan layanan yang menunjukkan tingkat cakupan layanan esensial, seperti kesehatan reproduksi, kesehatan ibu dan anak, pengendalian penyakit, serta kapasitas dan akses layanan.

    Pada 2015, tingkat cakupan layanan sangat bervariasi di seluruh negara, mulai 22 (terendah) dan 86 (tertinggi). Indonesia berada di tengah dengan indeks 49. Dibandingkan dengan negara-negara lain di wilayah Asia Tenggara, cakupan layanan esensial di Indonesia masih rendah, menunjukkan bahwa ada segmen populasi yang tidak memiliki cakupan penuh dengan layanan kesehatan esensial.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id