Kemenaker - Berita

    Hubungan Industrial yang Baik Dorong Produktivitas Kerja

    Gervin Nathaniel Purba - 12 April 2018 11:54 WIB
    Hubungan Industrial yang Baik Dorong Produktivitas Kerja
    Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan Hery Sudarmanto (Foto:Dok.Kemenaker)
    Surabaya: Hubungan industrial yang kondusif akan mendorong terciptanya stabilitas nasional di sektor kerja dan mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

    Oleh karena itu, perlu menciptakan hubungan industrial yang baik karena akan mendorong terciptanya ketenangan berusaha dan bekerja, peningkatan produksi dan produktivitas kerja, serta keterampilan tenaga kerja.

    "Hubungan industrial yang baik juga akan mempermudah setiap pihak mencapai tujuannya. Kondisi ini efektif untuk meningkatkan produktivitas," kata Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Hery Sudarmanto dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 12 April 2018.

    Peningkatan hubungan industrial juga memengaruhi perkembangan perusahaan yang akan mendorong penciptaan lapangan kerja baru. Upaya ini dinilai akan membantu pemerintah dalam mengatasi pengangguran.

    "Untuk mewujudkan hal itu, negara terus hadir dalam pengawasan dialog sosial antara manajemen dan serikat pekerja serta dalam bentuk perumusan kebijakan," ujarnya.

    Berdasarkan data Kemenaker hingga akhir 2017, tercatat 2.717.961 orang terdaftar sebagai anggota serikat pekerja/serikat buruh (SP/SB). Jumlah serikat pekerja di tingkat perusahaan sebanyak 7.294 unit kerja SP/SB. Sementara, jumlah federasi sebanyak 120 dan jumlah konfederasi sebanyak 14 buah konfederasi.

    Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Kemenaker (Dirjen PHI dan Jamsos) Haiyani Rumondang mengungkapkan, berbicara mengenai hubungan industrial, maka akan berbicara tentang dua hal yang berbeda, yakni kepentingan buruh dan pengusaha.

    "Ada kiat paling efektif untuk membangun hubungan baik antara keduanya, yakni dialog," kata Haiyani.

    Haiyani melanjutkan, ketika satu pihak tidak mendapatkan sesuatu yang diinginkan, maka isu itu akan menjadi sesuatu yang besar.

    "Sekarang serikat pekerja tidak hanya membawa isu tentang perusahaan, tetapi juga di luar perusahaan, oleh karena itu dialog antara kedua belah pihak sangat penting" tutur Haiyani.

    Menguatkan pernyataan Dirjen PHI dan Jamsos, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Timur Setiajid menyatakan, perusahaan yang melakukan dialog dan memiliki perjanjian kerja bersama sekitar 95 persen memiliki hubungan industrial yang harmonis.

    "Contohnya, Jawa Timur. Meski sangat heterogen, namun sangat kondusif dalam menjalin hubungan industrial. Ada 38 serikat pekerja di Jawa Timur. Mereka sudah kompak," ucapnya.



    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id