Satu Data, Luhut Minta Kementerian/Lembaga Tak Lagi Bertikai

    Desi Angriani - 04 Februari 2020 18:17 WIB
    Satu Data, Luhut Minta Kementerian/Lembaga Tak Lagi Bertikai
    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Foto : Medcom.
    Jakarta: Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta kementerian dan lembaga (K/L) tak lagi berseteru terkait data impor pangan. Hal ini seiring diumumkannya data luas lahan baku sawah dan produksi padi.

    "Kalau ini ditata dengan baik mestinya ke depan kita tidak perlu berkelahi soal impor, apa beras atau pangan lainnya," kata Menko Luhut pada pengumuman Luas Baku Sawah di Kementerian Pertanian Jakarta, Selasa.

    Luhut mengatakan data terbaru lahan baku sawah seluas 7,46 hektare dapat menjadi landasan dalam memutuskan kebijakan impor pangan. Penggunaan data terpadu itu harus dikelola secara bersama oleh Kementerian Pertanian dengan Kementerian ATR/BPN, Badan Pusat Statistik, BPPT dan Lapan.

    "Big data itu penting dan BPPT serta BPS dapat dilibatkan. Kita harus kerja 'team work'. Enam tahun Pak Jokowi bekerja, beliau memberikan contoh tidak ada main-main seperti itu," ungkap dia.

    Adapun hasil verifikasi luas lahan baku sawah terbaru mencapai 7.463.948 hektare, atau bertambah seluas 358 ribu hektare.

    Polemik impor beras tahun lalu disebabkan oleh perbedaan data produksi beras antara Bulog, Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Kementerian Pertanian (Kementan). Akibatnya, pemerintah terlambat melakukan impor beras karena sudah memasuki musim panen raya. Harga gabah di tingkat petani pun akhirnya tertekan.

     



    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id