Produk Furnitur Indonesia Kembali Unjuk Gigi di Jerman

    Ilham wibowo - 31 Januari 2020 15:48 WIB
    Produk Furnitur Indonesia Kembali Unjuk Gigi di Jerman
    Ilustrasi - - Foto: Medcom.id/ Ilham Wibowo
    Jakarta: Produk furnitur Indonesia kembali unjuk gigi di pameran internasional Eropa, Internationale Möbelmesse (IMM) 2020. Delapan perusahaan atau eksportir furnitur yang berpartisipasi dalam Paviliun Indonesia mencatatkan potensi transaksi lebih dari USD2 Juta.

    IMM 2020 yang berlangsung di Koln, Jerman baru-baru ini merupakan pameran tahunan terbesar di dunia khusus untuk pelaku usaha di bidang furnitur dan perabotan, arsitek, serta desain interior. Pameran telah diikuti lebih dari 1.160 peserta dari Eropa dan berbagai negara di dunia yang menempati area seluas 246.500 m², serta menarik 149.500 pengunjung dan buyers dari berbagai negara.

    “Setelah absen di tahun sebelumnya, Indonesia kembali berpartisipasi pada pameran IMM 2020. Di harapkan keikutsertaan pada pameran ini dapat memperkenalkan keunikan produk kerajinan dan furnitur Indonesia,” kata Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Hamburg Risnawaty melalui keterangan tertulisnya, Jumat, 31 Januari 2020.

    Pada IMM 2020, Paviliun Indonesia menempati Hall 5.1. Pendirian paviliun ini merupakan inisiasi dari Indonesia Furniture & Craft Promotion Forum (IFPF) dan Indonesian ITPC Hamburg, Jerman. Paviliun Indonesia diikuti delapan perusahaan yang terdiri dari Aryasena, Ayana Interior & Furniture, CV Nuansa Kayu Bekas, CV Yudhistira, CV Xhaka Art, Permata Furni, PT Indoexim International, serta PT Laka Indonesia Design.

    Menurut Risnawaty, pengunjung Paviliun Indonesia tertarik dengan desain produk furnitur Indonesia. Pengunjung Paviliun berasal dari perwakilan perusahaan, distributor, importir, serta pengecer dari Eropa, Amerika, dan kawasan Timur Tengah. Selain pameran, pada hari kedua dilakukan kegiatan networking dengan buyers yang mengundang para importir dari Jerman dan Uni Eropa.

    "Pada kegiatan ini buyers juga dimanjakan dengan masakan khas Indonesia," ujarnya.

    Direktur Pengembangan Ekspor Nasional Dody Edward mengungkapkan, Eropa masih merupakan pasar tujuan utama bagi ekspor produk furnitur Indonesia.  Perusahaan kecil maupun menengah sangat potensial karena tingginya minat masyarakat Eropa terhadap produk furnitur asal Idonesia.

    “Hal ini menyebabkan banyak perusahaan, baik distributor atau pedagang besar maupun retail di kawasan Eropa yang mencari peluang untuk melakukan hubungan bisnis dengan perusahaan Indonesia. Kelebihan produk Indonesia yaitu desainnya yang unik, buatan tangan pengrajin, serta bahan baku yang tidak banyak tersedia di negara lain,” kata Dody.

    Berdasarkan data Eurostat, nilai ekspor dari Indonesia ke Jerman untuk produk berbahan kayu dengan kode HS 44 tercatat sebesar EU95,4 juta pada periode Januari sampai November 2019. Pada periode yang sama nilai ekspor produk furnitur dengan kode HS 94 tercatat sebesar EU71,2 juta.


    (Des)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id