BP Jamsostek Konsisten Raih Kinerja Positif

    Gervin Nathaniel Purba - 03 Februari 2020 12:34 WIB
    BP Jamsostek Konsisten Raih Kinerja Positif
    Gedung BP Jamsostek. (Foto: Dok. BP Jamsostek)
    Jakarta: Kinerja industri asuransi di Indonesia dinilai sedang dalam tren buruk akibat terpuruknya beberapa perusahaan BUMN. Namun, terpuruknya kinerja beberapa perusahaan BUMN tidak menggambarkan seutuhnya kondisi asuransi di Indonesia. BP Jamsostek, misalnya, masih mencatatkan kinerja positif.

    Direktur Utama BP Jamsostek Agus Susanto menegaskan kinerja perusahaan masih dalam kondisi aman. Sejauh ini BP Jamsostek tidak mencatatkan kerugian dan menjalankan berbagai tugas sejalan dengan regulasi.

    ”Kinerja BP Jamsostek masih on the track di tengah kondisi ketidakpastian ekonomi global,” katanya.

    Dari sisi dana kelolaan, BP Jamsostek telah mencapai Rp431,7 triliun pada akhir Desember 2019, dan mencatatkan hasil investasi sebesar Rp29,2 triliun.

    Terlebih, pada capaian YOI pada 2019 tersebut mencapai sebesar 7,3 persen, atau lebih tinggi dari kinerja IHSG yang hanya mencapai 1,7 persen. BP Jamsostek juga telah memberikan hasil pengembangan Jaminan Hari Tua (JHT) kepada pesertanya mencapai 6,08 persen p.a.

    "Kami selalu berpegang teguh pada aturan yang berlaku. Seperti PP Nomor 99 tahun 2013 dan PP Nomor 55 tahun 2015, yang mengatur jenis instrumen-instrumen investasi yang diperbolehkan berikut dengan batasan-batasannya. Ada juga Peraturan OJK Nomor 1 tahun 2016 yang juga mengharuskan penempatan pada Surat Berharga Negara sebesar minimal 50 persen,” kata Agus, dalam keterangan tertulis.

    Untuk mengantisipasi kondisi pasar modal, Agus menjelaskan pihaknya telah mengalihkan mayoritas portofolio pada instrumen fixed income hingga mencapai 71 persen dari total portofolio, sehingga tidak terpengaruh langsung dengan fluktuasi IHSG.

    Agus juga menjelaskan kepemililan saham BP Jamsostek mayoritas merupakan saham kategori Blue Chip atau LQ45 yang mencapai sekitar 98 persen. Ada juga saham yang pernah di LQ45 namun sudah keluar. Misalnya, saham PGAS dan ANTM. Jumlah saham non LQ45 tersebut hanya sekitar dua persen besarannya dari total portofolio saham BP Jamsostek.

    "Untuk saham, BP Jamsostek hanya berinvestasi pada emiten BUMN, emiten dengan saham yang mudah diperjualbelikan, berkapitalisasi besar, memiliki likuiditas yang baik, dan memberikan deviden secara periodik. Tentunya faktor analisa fundamental dan review risiko menjadi pertimbangan utama dalam melakukan seleksi emiten. Jadi tidak ada investasi di saham yang biasa disebut saham gorengan", kata Agus tegas.

    Agus juga menjelaskan dengan kinerja pengelolaan dana diatas, sebagai badan hukum publik, kegiatan operasional BP Jamsostek termasuk pengelolaan dana telah diawasi dan diaudit oleh berbagai lembaga berwenang seperti BPK, OJK, dan KPK.

    Pada kesempatan yang sama, Deputi Pencegahan Korupsi KPK Pahala Nainggolan mengatakan bahwa kinerja BP Jamsostek dalam bidang pengelolaan investasi secara keseluruhan telah mencapai hasil yang baik, dan tidak ada temuan KPK tentang kerugian pada investasi BP Jamsostek.

    "Kami di KPK tentunya akan terus mengawasi kinerja BP Jamsostek. Terutama bidang investasi. Dalam pengawasan kami, tidak menemukan kerugian Rp13 triliun seperti isu yang diedarkan pihak tidak bertanggung jawab. BP Jamsostek juga selalu kooperatif dalam menerima saran dari kami dan selalu berkonsultasi agar tidak terjadi kesalahan dalam operasionalnya," ujar Pahala.

    Dia berpesan BP Jamsostek yang saat ini tengah menjadi sorotan karena besarnya dana yang dikelola, harus terus fokus menjaga Good Governance, dan mengelola kegiatan operasional secara prudent, serta jangan takut menghadapi intervensi dari pihak manapun. 

    "Kami siap memdampingi BP Jamsostek untuk menghadapi intervensi dari dalam atau luar dalam pengelolaan dananya. Bagi KPK ini merupakan cara strategis pencegahan korupsi dan bagian dari pelayanan publik," ucap Pahala.



    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id