Imbas Virus Korona

    Insentif Penerbangan, Harga Avtur Turun 10%

    Hendrik Simorangkir - 29 Februari 2020 19:42 WIB
    Insentif Penerbangan, Harga Avtur Turun 10%
    Menteri Perhubungan Budi Karya. Foto: Medcom.id/Hendrik Simorangkir.
    Tangerang: Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyatakan skema insentif tiket penerbangan ke-10 tujuan wisata telah maksimal untuk dilakukan. Pasalnya, harga bahan bakar atau avtur telah diturunkan sebesar 10 persen untuk skema itu.

    "Sudah dinyatakan, penurunan avtur sebesar 10 persen untuk skema insentif tiket penerbangan. Dengan begitu, maskapai bisa menekan harga tiket pesawat," ujar Budi di APSpace Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Sabtu, 29 Februari 2020.

    Selain itu, tambah Budi, diskon akan diberikan sebesar 50 persen dengan rute dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang. Penerapan diskon sebesar 50 persen ke-10 destinasi itu telah didukung oleh formula dan regulasi yang ada hingga dapat dilaksanakan dengan cepat dan tepat.

    "Besok (Minggu, 1 Maret 2020) masyarakat sudah bisa nikmati diskon tiket 50 persen tersebut dan berlaku hingga Mei 2020. Komposisi 50 persen itu dari pemerintah sebesar 30 persen kepada pihak maskapai dan penumpang, 20 persen insentif tersebut berasal dari PT Pertamina (Persero) sebesar 15 persen, serta lima persen sharing dari Angkasa Pura I dan II, serta Airnav," jelasnya.

    Budi mengatakan pemberian insentif tiket penerbangan atau potongan harga kepada masyarakat tersebut bertujuan agar industri maskapai tetap bertahan di tengah dampak virus korona (Covid-19), penerbangan dari dan ke Tiongkok ditutup sementara dan mengakibatkan penurunan pergerakan penerbangan 30 persen.

    "Pemberian insentif dari pemerintah berupa diskon tiket pesawat bisa menjadi solusi untuk mendongkrak industri wisata domestik," ucapnya.

    Budi menjelaskan ke-10 rute tersebut yakni Denpasar, Batam, Jogja, Labuan Bajo, Lombok, Malang, Manado, Silangit, Tanjung Pandan, dan Tanjung Pinang. Aturan diskon ini juga akan dipayungi oleh Peraturan Presiden yang akan segera disetujui.

    "Untuk peraturan perundangan, instrumen hukumnya yakni ada Perpres, mudah-mudahan sudah bisa establish, karena ini sifatnya urgent, hal luar biasa sehingga pemerintah bekerja cepat termasuk support regulasinya. Ini semua untuk terus menumbuhkan industri transportasi udara," jelasnya.

    Sementara, Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia Dony Oskaria menuturkan pihaknya akan menyediakan sebanyak 25 persen seat tiap penerbangan menuju ke-10 tujuan wisata tersebut.

    "Jumlah seat 25 persen kurang lebih sama dengan 40 kursi yang kami (Garuda Indonesia) siapkan per penerbangan. Jadi seluruhnya tiap bulan sebanyak 65.700 seat selama sebulan," katanya.

    Dony menuturkan Garuda Indonesia mendukung program yang digulirkan pemerintah terkait skema insentif tiket penerbangan ke-10 tujuan wisata.

    "Kami akan berpartisipasi aktif, tidak hanya terlibat langsung dengan menurunkan harga sesuai dengan yang disubsidi oleh pemerintah, tetapi kami juga akan membantu untuk menempelkan program tersebut di seluruh cabang kami," tuturnya.

     



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id