Nasabah Jiwasraya Protes Pemerintah Prioritaskan Polis Tradisional

    Eko Nordiansyah - 06 Februari 2020 16:20 WIB
    Nasabah Jiwasraya Protes Pemerintah Prioritaskan Polis Tradisional
    Salah seorang nasabah Asuransi Jiwasraya, Ida Tumota. Foto : Medcom/Eko Nordiansyah.
    Jakarta: Nasabah PT Asuransi Jiwasraya (Persero) memprotes rencana pemerintah untuk memprioritaskan pembayaran polis tradisional. Padahal ada banyak nasabah yang menginvestasikan uang hingga miliaran rupiah di produk JS Saving Plan yang belakangan mengalami masalah.

    Salah seorang nasabah, Ida Tumota, mengatakan pemerintah menjanjikan penyelesaian kasus Jiwasraya pada Maret 2020. Sayangnya pemerintah malah mengutamakan pembayaran polis bagi nasabah tradisional.

    "Itu yang saya bilang katanya mau dibayar Maret, tapi dijanjikan nilai tertentu, sama saja ngeledek. Terus nilai kita yang besar ke mana dong?" kata dia di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Kamis, 6 Februari 2020.

    Menurut dia, pemerintah seharusnya memikirkan para nasabah yang merasa ditipu oleh Jiwasraya. Mereka hanya menuntut pemerintah segera mengembalikan dana mereka, karena sudah sejak 2018 lalu Jiwasraya mengalami gagal bayar.

    "Kita di sini pemegang besar, mereka pemegang agak besar tentu punya rencana kan, punya rencana masa depan kan? Gagal semua. Jujur saya merasa ditipu oleh pemerintah," tegas dia.

    Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo sebelumnya memastikan pemegang polis tradisional Jiwasraya akan menjadi prioritas utama dalam pengembalian dana klaim yang akan dimulai Maret 2020.

    "Karena kita tahu polis tradisional pemiliknya merupakan para pensiunan, para pegawai. Kita akan rapikan dulu itu. Jadi dalam batch pertama, pembayaran kita utamakan dulu untuk pembayaran polis-polis tradisional," ungkap Tiko, begitu Kartika akrab disapa, di Jakarta, Rabu, 5 Februari 2020.

    Pemegang polis asuransi tradisional adalah para nasabah yang membeli produk asuransi hanya untuk mendapatkan manfaat proteksi. Sedikitnya ada 4,7 juta pemegang polis tradisional, meski polis yang jatuh tempo saat ini masih tergolong sedikit.

    Sementara itu, untuk pemegang polis JS Saving Plan, produk asuransi unit link yang ditawarkan PT Asuransi Jiwasraya, Tiko menyampaikan dana yang mesti dibayarkan hingga Januari 2020 mencapai Rp16 triliun. Karena itu, ia mengatakan pembayaran tidak bisa dilakukan sekaligus.

    Tiko juga belum bisa memastikan skema pembayaran bagi pemegang polis JS Saving Plan karena masih harus didiskusikan dengan Panitia Kerja DPR.

    "Kalau yang nasabah JS Saving Plan memang Rp16 triliun itu pada akhir Januari, sudah hampir semuanya jatuh tempo. Jadi JS Saving Plan sudah jadi utang klaim semua. Akan kita bayar secara bertahap," pungkasnya.



    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id