Langkah Strategis Penurunan Stunting dari Kementan

    Antara - 09 Februari 2020 09:30 WIB
    Langkah Strategis Penurunan <i>Stunting</i> dari Kementan
    Ilustrasi. Foto : MI.
    Jakarta: Penurunan prevalensi balita stunting merupakan upaya strategis pemerintah dalam mewujudkan sumber daya manusia unggul untuk daya saing pembangunan. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, stunting di Indonesia masih cukup tinggi berada di angka 30,8 persen.

    Dalam Rakornas Pembangunan Pertanian pada 28 Januari lalu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan salah satu fokus kebijakan pembangunan pertanian adalah menurunkan prevalensi stunting.

    Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan Agung Hendriadi mengatakan upaya penurunan stunting membutuhkan sinergi program lintas sektoral dari pusat hingga daerah.

    "Kementan sudah melakukan penandatanganan kerja sama dengan 6 kementerian dan lembaga, untuk bersinergi mengentaskan daerah rentan rawan pangan, termasuk mengatasi kemiskinan dan menurunkan stunting," ujar Agung ketika menjadi pembicara dalam Hari Pers Nasional (HPN) di Banjarmasin, dikutip dari Media Indonesia, Minggu, 9 Februari 2020.

    Agung mengungkapkan dalam mengupayakan penurunan stunting, Kementan melakukan intervensi melalui berbagai program.  Lebih lanjut menurut Agung, intervensi sensitif yang dilakukan oleh Kementan melalui Badan Ketahanan Pangan antara lain penguatan ketersediaan, akses dan pemanfaatan pangan melalui Pekarangan Pangan Lestari, Penguatan Cadangan Pangan, Pertanian Keluarga, dan Pengembangan Diversifikasi Pangan.

    "Berbagai intervensi tersebut diharapkan dapat menurunkan angka prevalensi stunting dari 30,8 persen di 2018 turun menjadi 19 persen di 2024," terang Agung.


    Selain itu, tambahnya, intervensi pendukung diupayakan dalam bentuk peningkatan produksi berbagai komoditas pangan seperti peningkatan produksi tanaman pangan berbasis korporasi, peningkatan populasi, produktivitas dan mutu genetik ternak, hingga mendorong produksi hortikultura yang berdaya saing dan ramah lingkungan.

    Agung juga berharap pers dapat memberikan perannya dalam menginformasikan fakta di lapangan serta upaya pemerintah dalam penurunan stunting.

    "Jika ada fakta di lapangan, sampaikan apa adanya. Tapi tidak hanya itu, informasikan juga bahwa pemerintah telah melakukan upaya dan intervensi seperti apa," pungkas Agung.



    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id