comscore

Genjot Impor Demi Harga Daging Murah

Annisa ayu artanti - 26 Oktober 2016 17:12 WIB
Genjot Impor Demi Harga Daging Murah
Ilustrasi. (FOTO: MI/Rommy Pujianto)
medcom.id, Jakarta: Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan memperbaki harga daging sapi yang sampai saat ini belum menunjukkan penurunan harga.

Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengatakan, dalam hukum ekonomi dijelaskan jika suplai tidak bisa mencukupi kebutuhan kemudian berdampak pada terciptanya harga komoditas yang tinggi berarti harus ada yang diperbaiki.
Menurutnya, perbaikan tersebut berupa pengendalian pengisian suplai tersebut. Pada daging sapi, Enggartiasto akan melakukan pengisian suplai melalui impor sapi dan kerbau dari berbagai negara agar harga daging dalam negeri bisa turun.

"Dalam hukum ekonomi, pada saat kita suplai tidak mampu mencukupi kebutuhan maka harga akan di atas. Jadi kita harus mengisi suplai, baru kita mengendalikan itu," kata Enggartiasto, di Balai Sudirman, Jalan Saharjo, Jakarta, Rabu (26/10/2016).




Dia menjelaskan, meskipun saat ini diketahui Badan Urusan Logistik (Bulog) dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) telah mengatur harga daging agar bisa turun, namun masih belum berdampak signifikan. Oleh karena itu, ia menekankan pemerintah akan terus melakukan impor daging sampai harga daging murah.

"Pada waktu lalu Bulog dan PPI hanya sementara sekali, insidentil masuk berapa ton. Kita ini sekarang grojokin ke pasar. Kita impor dari India. Kita juga membuka sumber lain dari Meksiko, Spanyol, dan sebagainya sehingga tidak didikte harga itu," ujar dia.

Baca: 80 Ribu Sapi Bakalan Impor Masuk Kuartal Ini

Saat dikonfirmasi jumlah sapi yang akan diimpor, Politisi NasDem ini belum bisa menyebutkan secara detail. Namun, Ia sangat yakin dengan impor ini dapan menurunkan harga daging sapi yang sangat signifikan.

"Bakal (menurunkan harga). Tapi tidak bisa sekarang kan barangnya belum datang. Tapi ke depan akan dilakukan. Kebijakan ini dilakukan untuk ke depan," ucap dia.

Enggartiasto menambahkan, negara yang sudah pasti melakukan ekspor sapi adalah Tiongkok yang akan mengirimkan kerbau dengan skema impor 5:1 yang artinya lima kerbau bakalan dan satu kerbau indukan.

"Sementara yang sudah ada India. Itu daging kerbau, daging kerbau tidak kalah enaknya. Iya (bisa menurunkan harga), tapi tidak bisa sekarang karena barangnya belum datang," pungkas dia.

(AHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id