Dugaan Korupsi Jiwasraya, Kementerian BUMN Serahkan ke Kejagung

    Eko Nordiansyah - 15 November 2019 09:34 WIB
    Dugaan Korupsi Jiwasraya, Kementerian BUMN Serahkan ke Kejagung
    Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmojo. FOTO: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo
    Jakarta: Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyerahkan soal dugaan korupsi dalam kasus gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya (Persero) kepada Kejaksaan Agung (Kejagung). Wakil Menteri BUMN Kartika Wirdjoatmodjo mengatakan potensi fraud di masa lalu telah dilaporkan dan akan diinvestigasi bersama dengan Kejagung.

    "Tentunya nanti kalau ada bukti tentang masa lalu ada fraud atau penggelapan atau tindak korupsi harus kita laporkan," kata Tiko, sapaan akrabnya, ditemui di Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Kamis, 14 November 2019.

    Tak hanya itu, Kementerian BUMN juga akan berkoordinasi soal upaya penyelamatan Asuransi Jiwasraya. Menurut dia pemerintah akan melihat berbagai opsi yang ada untuk menyelesaikan permasalahan perusahaan asuransi nasional tersebut.

    "Ternyata laporan keuangannya tidak di-disclose secara transparan aset maupun kondisi cadangannya. Baru sekarang kita secara detail akan mendalami. Kita lihat opsi-opsinya secara baik," jelas dia.

    Jiwasraya membutuhkan dana Rp32,89 triliun agar bisa mencapai rasio Risk Based Capital (RBC) minimal 120 persen. Secara umum, RBC adalah pengukuran tingkat kesehatan finansial suatu perusahaan asuransi, dengan ketentuan OJK mengatur minimal batas RBC sebesar 120 persen.

    Terdapat empat alternatif penyelamatan Jiwasraya. Mulai dari strategic partner yang menghasilkan dana Rp5 triliun, inisiatif holding asuransi Rp7 triliun, menggunakan skema finansial reasuransi sebesar Rp1 triliun dan sumber dana lain dari pemegang saham sebesar Rp19,89 triliun. Jadi, total dana yang dihimpun dari penyelamatan tersebut sebesar Rp32,89 triliun.

    Saat ini ada delapan perusahaan yang tertarik menyuntikan dana untuk pemulihan Jiwasraya. Nantinya satu perusahaan dengan penawaran terbaik akan dipilih untuk menjadi pemegang saham di Jiwasraya Putra sebagai anak usaha dari Jiwasraya.

    Jiwasraya Putra telah membuat perjanjian kerjasama distribusi, salah satunya melalui kerja sama kanal pemasaran bancassurance. Kerja sama tersebut akan menggandeng perusahaan BUMN seperti PT Bank Tabungan Negara Tbk, PT Pegadaian, PT Telekomunikasi Seluler dan PT Kereta Api Indonesia.
     



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id