Luhut Tawarkan Singapura Peluang Investasi di Ibu Kota Baru

    Antara - 10 Januari 2020 13:03 WIB
    Luhut Tawarkan Singapura Peluang Investasi di Ibu Kota Baru
    Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. FOTO: am2018bali
    Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menawarkan peluang investasi di sejumlah sektor, termasuk di ibu kota baru di Kalimantan Timur, kepada pengusaha Singapura. Langkah itu dengan harapan bisa memberi katalis positif terhadap laju perekonomian.

    Saat menjadi pembicara dalam acara The Pulse of Asia Conference 2020 yang diadakan Bank DBS di Singapura, Luhut menyampaikan, peluang investasi yang juga terbuka antara lain sektor energi alternatif, perusahaan rintisan hingga rumah sakit. "Di ibu kota baru, Anda bisa menanamkan modal di sektor infrastruktur," kata Luhut.

    "Kami akan menjadikan kota tersebut sebagai kota hijau. Rumah sakit juga cukup menjanjikan. Kami berencana bangun fasilitas yang lengkap dengan mendatangkan dokter terbaik, mungkin ada yang dari luar negeri sehingga bisa mengurangi jumlah orang Indonesia yang berobat ke sini," tambah Luhut, seperti dikutip dari Antara, Jumat, 10 Januari 2020.

    Luhut mengatakan potensi investasi di sektor pendidikan juga terbuka lebar. Pasalnya, pemerintah ingin memperkecil jarak antara kualitas pendidikan di wilayah barat dan timur Indonesia. Saat ini ada beberapa perusahaan rintisan di bidang pendidikan yang tentunnya mempermudah jangkauan ke bagian timur.

    "Lalu Uni Emirat Arab juga akan berinvestasi di sektor ini. Di Morowali kami mempunyai universitas teknologi yang menjadi salah satu yang terbaik. Menteri Pendidikan kami yang berusia muda juga diharapkan mengambil langkah inovatif dan kreatif untuk meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia," katanya.

    Luhut menambahkan bahwa Pemerintah Indonesia saat ini sedang mengerjakan dua Undang-undang Omnibus, yaitu UU Penciptaan Lapangan Kerja dan Undang-Undang Omnibus tentang Perpajakan. Kedua UU akan diajukan ke DPR pada awal tahun ini.

    "UU tersebut untuk menggantikan undang-undang sebelumnya yang berpotensi tumpang tindih dan menghambat investasi," katanya.

    Selain langkah Omnibus Law, upaya meningkatkan investasi di Indonesia juga dilakukan dengan penerapan Online Single Submission (OSS). "Dengan adanya OSS membuat kita mudah untuk menyelesaikan berbagai masalah. Perbaikan sistem dan alur kerja serta kemudahan perizinan dapat melancarkan laju investasi. Seluruh proses telah tersinergi lewat OSS," tukasnya.

    Lebih lanjut, Luhut mengakui, pihaknya mendapat keluhan bahwa semua urusan di tingkat menteri tidak selalu dapat terealisasi dengan baik, karena para pegawai di bawah level menteri belum ikut membantu kelancarannya.

    "Kami memang masih harus lebih memperbaiki kualitas pegawai kami, misalnya, dengan melakukan renumerasi, dan lainnya. Tetapi jika Anda mendapatkan masalah, sampaikan kepada kami. Saya akan bantu menyelesaikannya. Saat ini kami sering melakukan rapat koordinasi untuk menyelesaikan hambatan-hambatan, terutama sektor investasi," pungkasnya.

    (ABD)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id