SMF Adopsi Jaminan Pembiayaan Perumahan di Korea

    Ilham wibowo - 16 Juli 2019 12:36 WIB
    SMF Adopsi Jaminan Pembiayaan Perumahan di Korea
    SMF adopsi jaminan pembiayaan perumahan di Korea. (FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo)
    Jakarta: Pembiayaan sekunder perumahan di Indonesia diupayakan terus meningkat untuk bisa menutup kesenjangan antara jumlah rumah terbangun dengan unit yang dibutuhkan rakyat (backlog). Model bisnis rencananya bakal turut mengadopsi skema bisnis dari negara maju.

    Upaya tersebut seperti yang telah dilakukan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF yang bersepakat dengan Korean Housing and Urban Guarantee Corporation (HUG). Kerja sama rencananya dilakukan terkait pertukaran informasi seputar kebijakan perumahan dan jaminan atau sistem pembiayaan perumahan.

    Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pun dilakukan Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo dan Presiden HUG Lee Chae-Kwang di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa, 16 Juli 2019. Hadir dalam kesempatan tersebut Deputi Bidang Koordinasi Percepatan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Wahyu Utomo, dan Duta Besar Korea Selatan Kim Chang-Beom, serta Direktur Kekayaan Negara Dipisahkan Kementerian Keuangan Meirijal Nur.

    Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo mengatakan bahwa kerja sama ini merupakan sinergi nyata dari kedua pihak dalam rangka pengembangan industri perumahan. Kerja sama akan lebih khusus pada rumah yang diperuntukan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

    "Melalui kerja sama ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dan dasar bagi kedua belah pihak dalam melakukan kerja sama, penelitian, berbagi informasi, berbagi pengetahuan, yang berkaitan erat dengan pembiayaan perumahan," ucap Ananta dalam sambutannya, Selasa, 16 Juli 2019.

    SMF merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang didirikan 2005 di bawah Kementerian Keuangan yang mengemban tugas sebagai Special Mission Vehicle (SMV) untuk membangun dan mengembangkan Pasar Pembiayaan Sekunder Perumahan. SMF juga tengah fokus memperkuat perannya menjadi fiscal tools Pemerintah melalui penguatan model bisnis Perseroan.

    Adapun aliran dana dari pasar modal ke sektor pembiayaan perumahan untuk  memperluas akses terhadap sumber dana murah jangka menengah panjang jadi fokus peningkatan.

    Ananta memaparkan kerja sama antara SMF dan HUG ini akan berlangsung selama satu tahun melingkupi pertukaran bahan materi atau dokumen dan Informasi mengenai kebijakan perumahan. Kesepakatan juga berlaku untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam kaitannya dengan pengoperasian sistem jaminan.

    Selain itu, kerja sama ditujukan untuk menemukan kebijakan dan peluang baru terkait jaminan hingga pertukaran informasi terkait pasar perumahan, pembinaan sumber daya manusia dan penegakan kemitraan bersama.

    Dalam kesempatan tersebut, Ananta menyampaikan bahwa backlog perumahan di Indonesia masih sangat tinggi. Jumlah tersebut diprediksi masih akan bertambah seiring dengan pertumbuhan penduduk Indonesia yang akan mencapai 305,65 juta pada 2035 serta meningkatnya urbanisasi  Pemerintah sendiri dalam rencana jangka menengah panjangnya telah menargetkan untuk menurunkan backlog sebesar lima juta pada 2019 ini.

    Terkait hal itu, Ananta menuturkan bahwa HUG yang menjalani bisnis utamanya yakni guarantee dan pengelolaan dana perumahan dan permukiman (NHUF) telah berhasil membantu lebih dari 12 juta rumah tangga dalam hal kepemilikan rumah melalui skema guarantee. Skema ini juga telah mencakup total nilai jaminan yang mencapai 1.183 triliun won Korea.

    Model bisnis penjaminan perumahan yang dilakukan HUG, kata Ananta, bukan tidak mungkin dapat menjadi rujukan bagi SMF dalam membantu meringankan beban Pemerintah dalam memperluas akses ketersediaan rumah yang layak dan terjangkau untuk MBR. Upaya terus mendorong pertumbuhan industri perumahan di Indonesia lebih luas lagi juga bisa dilakukan.

    "Apa yang dilakukan HUG dengan membantu lebih dari 12 juta rumah tangga dalam kepemilikan rumah ini juga telah membantu pemerintah mereka mencapai tujuannya," kata Ananta.

    Presiden HUG Lee Chae-Kwang menyambut baik jalinan kerja sama tersebut. SMF dan HUG memiliki kesamaan fungsi dan peran dalam mendukung pengembangan industri perumahan. Developer di Korea telah bekerja sama dengan constructor untuk melaksanakan pembangunan proyek dengan sumber pendanaan dari uang calon pembeli, penyewa rumah dan kredit konstruksi dari bank.

    "Di Korea Selatan, developer yang akan melakukan pre sale atau penjualan bangunan sebelum selesai diwajibkan untuk memperoleh guarantee dari HUG," ungkapnya.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id