CredoLab Gandeng Iovation Cegah Penipuan Kredit

    Husen Miftahudin - 10 Oktober 2019 19:58 WIB
    CredoLab Gandeng Iovation Cegah Penipuan Kredit
    Tim CredoLab yang dipimpin oleh CEO dan co-founder Peter Barcak (tengah). FOTO; dok CredoLab.
    Jakarta: Pengembang digital credit scoring, CredoLab menggandeng anak perusahaan TransUnion yang berfokus pada pendeteksi penipuan, Iovation. CredoLab mengintegrasikan teknologi Iovation untuk mengurangi penipuan pengajuan kartu kredit hingga pinjaman.

    CEO dan salah satu pendiri CredoLab, Peter Barcak mengatakan pihaknya memanfaatkan program FraudForce dari Iovation dalam aplikasi CredoApp, CredoApply, dan CredoSDK. FraudForce membantu bank dan perusahaan pemberi pinjaman dalam membedakan transaksi yang sah dari transaksi yang mencurigakan, dengan mengevaluasi berbagai akun yang ada di perangkat smartphone, riwayat kegiatan di perangkat smartphone, juga perilaku penggunaan perangkat smartphone yang mencurigakan.

    Dengan penambahan program FraudForce, CredoApply menjadi aplikasi perkenalan dan penerimaan pelanggan digital seluler yang jauh lebih kuat. CredoApply menyediakan kecerdasan perangkat yang mencakup 45 jenis pemeriksaan penipuan aplikasi, verifikasi alamat rumah dan kantor, verifikasi pekerjaan, pengumpulan dokumen KYC dan penilaian kredit alternatif.

    "Credit scoring masa kini telah jauh melampaui sumber data yang tradisional untuk mendapatkan pemahaman dan juga menafsirkan perilaku pembayaran melalui kombinasi data tradisional dan data digital dari perangkat smartphone. Iovation memberikan analisis data digital mutakhir untuk membantu mengidentifikasi pelanggan yang baik dari para penipu," ujar Peter dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 10 Oktober 2019.

    Wakil Presiden Iovation dari Global Partnerships, Ed Wu menyatakan pesatnya perkembangan teknologi membuat pengajuan kartu kredit bisa dilakukan secara online. Namun kemudahan tersebut juga meningkatkan segala jenis penipuan.

    "Iovation mendokumentasikan adanya peningkatan sebesar 575 persen dalam penipuan identitas online terhadap pelanggan layanan keuangan kami dari 2015 hingga 2018. Kami harap dapat membantu CredoLab memberdayakan pelanggannya untuk membuat keputusan kredit yang baik melalui kekuatan kecerdasan perangkat," bebernya.

    Berdasarkan data Association of Certified Fraud Examiners (ACFE) Indonesia Chapter, industri perbankan dan keuangan merupakan sektor kedua yang paling dirugikan atas segala macam kegiatan penipuan.

    Pada 2019, ACFE Indonesia Chapter menemukan tingkat kecurangan di sektor keuangan sebesar 43,1 persen. Angka tersebut merupakan yang tertinggi kedua di Asia Tenggara setelah Vietnam sebesar 58,2 persen.

    Peter menambahkan kerja sama ini mendukung misi CredoLab untuk bekerja dengan bank dan pemberi pinjaman non-bank di Indonesia demi meningkatkan inklusi keuangan. "Selain itu juga bisa menciptakan kemungkinan mendapat pinjaman bagi konsumen dan usaha kecil yang tidak mungkin dilayani oleh layanan keuangan tradisional," tutup dia.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id