RI-Malaysia Lanjutkan Bahas Pembaruan Perdagangan Lintas Batas

    Ilham wibowo - 20 Agustus 2019 12:28 WIB
    RI-Malaysia Lanjutkan Bahas Pembaruan Perdagangan Lintas Batas
    Ilustrasi gerbang perbatasan antarnegara. (FOTO: MI/Palce Alamo)
    Penang: Pemerintah Indonesia dan Malaysia kembali membahas kelanjutan pembaharuan Perjanjian Perdagangan Lintas Batas (Border Trade Agreement/BTA) yang disepakati sejak 1970. Realisasi perundingan ditujukan dalam mengakomodasi kebutuhan akses barang kebutuhan pokok masyarakat di perbatasan.

    Perundingan yang telah memasuki putaran ke-6 ini dilakukan di Penang, Malaysia pada 15-16 Agustus 2019 setelah pembahasan putaran sebelumnya yang berlangsung di Yogyakarta pada 2-3 November 2017. Kedua negara tetap berkomitmen untuk segera menyelesaikan proses peninjauan kembali perjanjian.

    Delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Direktur Perundingan Bilateral Kementerian Perdagangan (Kemendag) Ni Made Ayu Marthini mengatakan implemetasi hasil perundingan ini sejalan dengan program prioritas nasional yang dicanangkan Presiden Joko Widodo untuk membangun Indonesia dari perbatasan. Dalam pertemuan tersebut dihadiri pula Direktur Senior Integrasi Ekonomi ASEAN Kementerian Industri dan Perdagangan Internasional Mohd Zahid Abdullah.

    "Kemendag berkomitmen penuh segera menyelesaikan proses peninjauan pada perjanjian tersebut. Mengingat BTA yang ditandatangani tahun 1970 dianggap tidak cukup mengakomodasi aktivitas perdagangan di kawasan perbatasan antara Indonesia dan Malaysia yang semakin kompleks dan berkembang," kata Made melalui keterangan resmi, Selasa, 20 Agustus 2019.

    Langkah konkret Kemendag untuk turut bersinergi membangun dari perbatasan secara progresif diwujudkan dengan diterbitkannya Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2019 tentang Perdagangan Perbatasan. Hal ini merupakan salah satu payung hukum yang berjalan beriringan dengan pembangunan sarana dan prasarana fisik di kawasan perbatasan.

    Menurut Made, sebelum perundingan telah dilakukan pertukaran dokumen lampiran BTA untuk mempercepat penyelesaian. Lampiran ini di antaranya berisi daftar produk kebutuhan masyarakat perbatasan yang perlu mendapatkan perlakuan khusus dari BTA dan daftar titik wilayah kecamatan di daerah perbatasan yang akan ditunjuk sebagai pintu keluar dan masuk masyarakat perbatasan untuk kegiatan perdagangan perbatasan.

    "Pada putaran ini terdapat kemajuan yang signifikan," ungkap Made.

    Kedua negara telah menyepakati sebagian besar draf teks perjanjian serta sepakat segera menyelesaikan daftar produk yang dibutuhkan masyarakat perbatasan kedua negara. Sementara untuk titik keluar dan masuk perbatasan, masih menunggu hasil perundingan Border Crossing Agreement (BCA) Indonesia-Malaysia yang saat ini dalam tahap finalisasi draf teks.

    Dengan terselesaikannya draf peninjauan BTA 1970 ini, diharapkan dapat memberikan pembaruan pada perjanjian yang telah ada sehingga mampu mengakomodasi kebutuhan akses barang kebutuhan pokok sehari-hari yang lebih terjangkau oleh masyarakat di perbatasan.

    "Kedua delegasi berharap dapat menyelesaikan perundingan pada perundingan ketujuh yang rencananya diadakan di Indonesia pada akhir 2019,” pungkas Made.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id