• DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK : Tanggal 22 SEP 2018 terkumpul RP 20.111.547.901

JK Ingin Indonesia Cari Pasar Baru

Desi Angriani - 10 Juli 2018 18:06 wib
Wakil Presiden Jusuf Kalla. Foto: Antara/Saptono.
Wakil Presiden Jusuf Kalla. Foto: Antara/Saptono.

Jakarta: Amerika Serikat (AS) menabuh genderang perang dagang dengan memberlakukan bea masuk produk Tiongkok senilai USD34 miliar. Sebagi aksi balasan, pemerintah Tiongkok segera memberlakukan hal serupa.
 
Menanggapi ancaman tersebut, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menilai Indonesia perlu mencari pasar baru guna menghindari dampak tidak langsung berupa penurunan nilai ekspor. Pasalnya, Tiongkok merupakan salah satu tujuan ekspor komoditas terbesar bagi Indonesia.
 
"Kita harus mencari pasar baru," imbuh JK seusai menghadiri Sarasehan Nasional di Hotel JS Luwansa Jakarta, Selasa, 10 Juli 2018.
 
Sementara itu, dampak langsung yang dirasakan Indonesia berupa peninjauan ulang pemberian insentif berupa pemotongan bea masuk terhadap produk impor atau Generalized Sisytem of Preference (GSP).

Baca: Perang Dagang AS Bikin Produk Indonesia Tidak Kompetitif

Hingga saat ini, Indonesia masih memperoleh manfaat GSP AS dalam kategori A yang memberikan pemotongan tarif bea masuk di AS untuk 3.500 produk, termasuk sebagian produk agrikultur, produk tekstil, garmen, dan perkayuan.
 
"Sedang mempertimbangkan untuk mengevaluasi GSP, artinya memberikan keutamaan pada negara-negara berkembang termasuk Indonesia," tuturnya.
 
Namun, pemerintah masih mempelajari dampak dan ancaman perang dagang terhadap Indonesia sebelum kebijakan khusus resmi dibentuk. "Masih kita pelajari," kata JK.




(FZN)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.