Fintech P2P Lending Dorong Permodalan Usaha Mikro

    Desi Angriani - 30 Agustus 2018 15:39 WIB
    Fintech P2P Lending Dorong Permodalan Usaha Mikro
    UMKM. MI/Adam Dwi.
    Jakarta: Kehadiran perusahan fintech Peer to Peer (P2P) lending dianggap telah memberikan kontribusi dalam pengembangan usaha mikro di Tanah Air. Hal ini mengingat sektor usaha mikro masih sulit mendapatkan permodalan dari pihak bank.

    CEO dan Founder UangTeman Aidil Zulkifli mengatakan sebagai pelopor P2P lending cash loan sekitar 30 persen pinjaman dari UangTeman digunakan untuk usaha produktif atau mikro.

    "UangTeman berkomitmen untuk memperhatikan pelaku usaha mikro karena layanan kami sangat cocok bagi para pengusaha mikro yang butuh dana cepat dan akses terbuka," ungkapnya dalam workshop Fintech di kantor UangTeman, Jakarta, Kamis, 30 Agustus 2018.

    Untuk mendukung hal itu, Aidil menambahkan pihaknya telah bekerja sama dengan beberapa investor institusional seperti J Trust Bank yang memberikan fasilitas pendanaan berupa kredit mikro ke masyarakat.

    Saat ini uangTeman menyediakan dana pinjaman mikro sebesar Rp1 juta hingga Rp3 juta bagi peminjaman pertama. Jangka waktu (tenor) pinjaman di UangTeman minimal 10 hari dan maksimal 30 hari dengan biaya layanan sebesar satu persen per hari.

    "UangTeman adalah platform pinjaman digital yang sudah memperoleh ISO terkait perlindungan dan data konsumen," imbuh dia.

    Menurutnya, UangTeman bisa berkomitmen menurunkan bunga atau pembiayaan lebih dari 50 persen tergantung dari risiko yang dihadapi. Untuk memberikan pinjaman, pihaknya tidak mengumpulkan dana dari investor atau masyarakat melainkan melalui kerja sama dengan superlander.

    "Kita bisa komitmen turunkan bunga atau pembiayaan lebih dari 50 persen tergantung dari risiko," tambah dia.

    Sementara itu, Direktur Aftech Aji Satria Sulaeman mengungkapkan transaksi konsumen jika dihitung secara jumlah lebih banyak dibandingkan transaksi usaha mikro/firma. Sebaliknya, pinjaman dari usaha mikro lebih besar secara nilai dibandingkan pinjaman konsumen.

    Untuk transaksi usaha mikro biasanya berada di rentang Rp250 juta sampai Rp2 miliar, sedangkan pinjaman konsumen berkisar di bawah Rp30 juta dengan pinjaman tunai harian tak lebih dari Rp3 juta.

    "Secara jumlah transaksi konsumen lebih banyak ketimbang pinjaman usaha mikro," katanya.

    Adapun rata-rata pinjaman yang diberikan perusahaan P2P lending mengalami penurunan dari sebesar Rp400 juta menjadi Rp80 juta. Angka itu menunjukkan adanya kebutuhan yang lebih besar untuk pinjaman dengan nominal kecil.

    "Trend ini  memperlihatkan arah pinjaman yang lebih menurun," pungkas Aji.



    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id