Dirut BCA Harap Kerja Sama BCA-Wechat Terlaksana Tahun Ini

    Husen Miftahudin - 13 Januari 2020 18:18 WIB
    Dirut BCA Harap Kerja Sama BCA-Wechat Terlaksana Tahun Ini
    Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja. Foto : Medcom/Ilham Wibowo.
    Jakarta: Kerja sama sistem pembayaran digital antara PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA dengan perusahaan asal Tiongkok, Wechat, akan segera terwujud. Apalagi dompet digital raksasa tersebut sudah menerapkan QR Code Indonesian Standard (QRIS).

    Bank Indonesia (BI) mewajibkan seluruh penyedia layanan pembayaran nontunai wajib menggunakan Quick Response (QR) Code mulai 1 Januari 2020. Hal itu dilakukan untuk pembayaran melalui aplikasi uang elektronik server based, dompet elektronik, atau mobile banking yang disebut QRIS.

    "Wechat kayaknya sudah oke (mengimplementasi QRIS). Kalau lihat lebih dulu, saya feeling dengan Wechat. Kalau bisa tahun ini," ujar Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja usai menyaksikan sumpah jabatan Suahasil Nazara sebagai Anggota Dewan Komisoner OJK Ex-officio di Mahkamah Agung (MA), Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin, 13 Januari 2020.

    Jahja mengakui saat ini pihaknya sedang menunggu ketersambungan sistem dan teknologi dari perusahaan teknologi internasional. Langkah tersebut agar sistem dan teknologi dompet digital Wechat bisa beroperasi secara lintas negara.

    "Kita harus nge-link dengan salah satu international technology. Nah (sekarang) kita belum. Kita mau gandeng (perusahaan teknologi internasional dulu), kalau itu sudah nanti kita bisa (melanjutkan kerja sama dengan Wechat)," ungkapnya.

    Sebenarnya BCA juga tengah menjajaki kerja sama dompet digital dengan Alipay, namun terganjal ketentuan QRIS. Alipay saat ini belum mengantongi persetujuan dari Bank Indonesia terkait operasional penyedia layanan pembayaran nontunai.

    Meskipun demikian, Jahja juga memastikan kerja sama dengan Alipay masih berlanjut. Bahkan ia menargetkan kerja sama dengan Alipay dan Wechat bisa terealisasi di tahun ini.

    "Pasti, dua-duanya lah kita proses. Tinggal mereka oke atau tidak," tutup Jahja.

    Bank Indonesia sebelumnya menyebutkan Wechat Pay sudah mendapatkan izin operasi sejak 1 Januari 2020. Beroperasinya Wechat Pay didapat setelah perusahaan dompet digital asal Negeri Tirai Bambu itu lolos ketentuan QRIS dan bekerja sama dengan CIMB Niaga.

    Dengan demikian, Wechat Pay selaku penyelenggara jasa sistem pembayaran (PJSP) asing telah memenuhi persyaratan beroperasi di Indonesia karena sudah bekerja sama dengan pengakuisisi (acquirer) di Indonesia berupa Bank BUKU IV.




    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id