Dexlite, Pertamax, dan LPG Nonsubsidi Diminati di Kawasan Indonesia Timur

    Roylinus Ratumakin - 10 Januari 2020 14:23 WIB
    Dexlite, Pertamax, dan LPG Nonsubsidi Diminati di Kawasan Indonesia Timur
    Salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Jayapura. Foto: Medcom.id/Roylinus Ratumakin.
    Jayapura: Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina (Persero) MOR VIII Brasto Galih Nugroho mengatakan produk dexlite, pertamax, dan LPG nonsubsidi diminati oleh konsumen di kawasan Indonesia Timur dalam periode Satuan Tugas (Satgas) BBM dan LPG Natal 2019 dan Tahun Baru (Nataru) 2020.

    "Peningkatan penyaluran dexlite mencapai 51,64 persen, Pertamax meningkat sebesar 39,29 persen serta diikuti oleh LPG nonsubsidi meningkat sebesar 22 persen di wilayah Marketing Operation Region (MOR) VIII yang meliputi Provinsi Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat," kata Brasto, di Jayapura, Jumat, 10 Januari 2020.

    Brasto menjelaskan, selain didorong oleh peningkatan aktivitas konsumen untuk mengisi masa libur Natal dan Tahun Baru, peningkatan penyaluran dexlite dan Pertamax juga menunjukkan bahwa semakin banyak konsumen Pertamina yang menggunakan bahan bakar berkualitas tinggi.

    Untuk penyaluran seluruh LPG nonsubsidi, Brasto mengatakan, selama masa Satgas tercatat rata-rata penyaluran LPG nonsubsidi naik dari rata-rata normal harian sebesar 22 persen.

    "Kami mencatat kenaikan penyaluran LPG nonsubsidi yang mencapai 22 persen dan kenaikan tertinggi terjadi pada 17 Desember 2019 atau satu hari sebelum masa cuti bersama dan libur Natal untuk wilayah Provinsi Papua yakni sebesar 142 persen dari rata-rata harian normal 2019," ujarnya.

    Pihaknya menyambut baik peningkatan penggunaan LPG nonsubsidi karena semakin banyak konsumen yang beralih menggunakan gas, baik untuk keperluan rumah tangga maupun bisnis di wilayah timur.

    "Selama periode Satgas Natal dan Tahun Baru 2020, kami mencatat penyaluran BBM mengalami kenaikan sebesar 9,9 persen. Rata-rata penyaluran harian adalah 3.796 kiloliter selama periode Satgas dan rata-rata penyaluran harian normal tahun 2019 adalah 3.454 kiloliter," katanya.

    Brasto menambahkan, penyaluran produk gasoline (Premium, Pertalite dan Pertamax) di wilayah operasional MOR VIII mengalami kenaikan total sebesar 8,61 persen dibandingkan penyaluran normal yakni sebesar 2.082 kiloliter dari 1.917 kiloliter.

    Sementara untuk produk gasoil (biosolar dan dexlite) mengalami peningkatan sebesar 3,9 persen atau rata-rata sebesar 771 kiloliter dari 742 kiloliter. Untuk produk Kerosene (minyak tanah) mengalami kenaikan sebesar 24 persen atau rata-rata sebesar 985 kiloliter dari 795 kiloliter.

    "Peningkatan penyaluran produk minyak tanah dipengaruhi oleh adanya operasi pasar di 18 kabupaten di wilayah Papua, Papua Barat, Maluku, dan Maluku Utara serta penambahan alokasi di bulan Desember 2019 sebagai upaya Pertamina menjaga pasokan minyak tanah bagi konsumen minyak tanah," ujarnya.

    Sementara penyaluran rata-rata harian avtur kata Brasto, bahan bakar pesawat mengalami peningkatan sebesar 11,78 persen selama masa Satgas.

    “Peningkatan penyaluran avtur di wilayah Pertamina MOR VIII juga dipengaruhi oleh peningkatan aktivitas penerbangan serta didukung dengan adanya program Pertamina yang memberikan diskon harga avtur sebesar 20 persen untuk beberapa bandara,” kata Brasto.

     

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id