Pemerintah Diminta Pertimbangkan Kenaikan Cukai Rokok

    Anggi Tondi Martaon - 28 Oktober 2019 17:34 WIB
    Pemerintah Diminta Pertimbangkan Kenaikan Cukai Rokok
    Petani tembakau (Foto:Antara/Mohammad Ayudha)
    Jakarta: Anggota DPR RI Daniel Johan meminta pemerintah mempertimbangkan kenaikan cukai rokok sebesar 23 persen. Sebab, kebijakan itu merugikan petani tembakau.

    Daniel berharap kenaikan cukai yang bertujuan untuk menambah Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) itu jangan sampai justru menyengsarakan petani tembakau.

    "Minimal kita punya perhitungan yang sangat bisa meminimalisir kerugian terhadap para petani, buruh, dan industri rokok," kata Daniel, di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin 28 Oktober 2019.

    Pemerintah melalui Kementerian Keuangan akan menaikkan cukai rokok sebesar 23 persen. Aturan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 152/2019 itu akan mulai diterapkan pada Januari 2020.

    Politikus PKB itu memaklumi upaya pemerintah untuk menambah pendapatan negara melalui kenaikan cukai rokok. Sebab, defisit anggaran diprediksi makin melebar.

    Namun, upaya tersebut justru berdampak buruk terhadap sektor yang lain, terutama pada kesejahteraan petani dan industri hasil tembakau (IHT).

    "Nah, keuntungannya (tujuan kenaikan cukai rokok) impas, tapi dampaknya sudah berdarah-darah. Industri rusak, petani dan buruh banyak di-PHK (pemutusan hubungan kerja)," kata Daniel.

    Oleh karena itu, Daniel tegas menolak kenaikan cukai rokok 23 persen. Diharapkan, kenaikan cukai rokok dalam kondisi wajar. "Mudah-mudahan bisa turun di tengah-tengah," ujar dia.



    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id