BPS: Rumah Tangga Berpendapatan Rp1,99 Juta Dianggap Miskin

    Suci Sedya Utami - 16 Juli 2019 07:15 WIB
    BPS: Rumah Tangga Berpendapatan Rp1,99 Juta Dianggap Miskin
    Kepala BPS Suhariyanto (MI/ADAM DWI)
    Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan keluarga atau rumah tangga dengan pendapatan Rp1.990.170 per bulan masuk dalam garis kemiskinan. Pendapatan itu dihitung secara nasional berdasarkan rata-rata jumlah anggota keluarga sebanyak lima orang. Apabila dihitung per orang maka yang berpenghasilan Rp425.250 per bulan masuk dalam garis kemiskinan.

    "Orang (rumah tangga) akan dianggap miskin kalau pendapatannya di bawah Rp1,99 juta," kata Kepala BPS Suhariyanto, di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin, 15 Juli 2019.

    Dia mengatakan mencari uang dengan besaran tersebut bukan lah sesuatu yang mudah. Apalagi kondisi di setiap daerah berbeda-beda kompleksitasnya. Sebagai contoh, di DKI Jakarta, garis kemiskinan berada pada rumah tangga yang berpenghasilan Rp3.358.860 juta per bulan atau orang yang berpenghasilan Rp637.260 ribu per bulan.

    Sementara di Nusa Tenggara Barat (NTB) keluarga dengan penghasilan Rp1.578.008 juta atau orang dengan penghasilan Rp384.000 berada di garis kemiskinan. Menurut pengertiannya, penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan.

    Pada Merat 2019, BPS merilis angka kemiskinan menurun dibandingkan dengan September 2018. Suhariyanto menyebutkan angka kemiskin pada Maret berada di posisi 9,41 persen. Dengan posisi tersebut menunjukkan jumlah orang miskin pada Maret sebesar 25,14 juta orang.

    Suhariyanto mengatakan angka kemiskinan tersebut menurun dibandingkan dengan posisi September yang sebesar 9,66 persen atau setara 25,67 juta orang. Artinya dari September ke Maret terjadi penurunan kemiskinan sebesar 530 ribu orang.

    Dia mengatakan penurunan kemiskinan terjadi di perkotaan dan perdesaan. Di perdesaan penurunan kemiskinan lebih cepat yakni turun 0,25 persen dari presentase angka kemiskinan 13,1 persen di September menjadi 12,85 persen di Maret. Sementara di perkotaan turun 0,20 persen dari 6,89 persen menjadi 6,69 persen.

    Kendati demikian, Suhariyanto menggarisbawahi perlu diperhatikan adanya disparitas angka kemiskinan di perdesaan yang jumlahnya dua kali lipat dari perkotaan. Hal ini mengindikasikan mayoritas penduduk miskin ada di desa dan sebagian memiliki mata pencaharian sebagai petani dan nelayan.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id