Inflasi Rendah karena Harga Beras Stabil

    Ilham wibowo - 02 Januari 2020 18:44 WIB
    Inflasi Rendah karena Harga Beras Stabil
    Ilustrasi Beras. Foto : MI/Benny.
    Jakarta: Tingkat inflasi sepanjang 2019 yakni di angka 2,72 persen menjadi yang terendah sepanjang 10 tahun terakhir. Faktor utama dari capaian nilai inflasi tersebut satu di antaranya lantaran dipengaruhi stabilitas pasokan dan harga beras.

    "Inflasi 2019 mengapa rendah? Menurut komponen kita lihat tentunya karena harga-harga relatif terkendali, beras tidak muncul, padahal beras ini bobotnya paling tinggi," kata Kepala Badan Pusat Statistik BPS Suhariyanto di gedung BPS, Jalan Dr Sutomo, Jakarta Pusat, Kamis, 2 Januari 2020.

    Pada 2018, komoditas beras merupakan penyumbang inflasi terbesar kedua sebesar 0,13 persen. Pengadaan beras yang ditampung sebagai cadangan pemerintah di Perum Bulog (Persero) membuat harga di tingkat eceran relatif terkendali. Hasilnya inflasi dari kenaikan harga beras di sepanjang 2019 tidak muncul.

    "Inflasi beras muncul di 2018 posisinya nomor dua. Tapi inflasi beras di 2019 aman karena cadangan beras di Bulog cukup. Jadi saya akan bilang yang pertama karena harga-harga terkendali," ungkapnya.

    Dorongan inflasi yang muncul di 2018  tetapi hilang di 2019 yakni bahan bakar kendaraan atau bensin. Sepanjang 2018, bensin menempati urutan pertama dengan sumbangan inflasi nasional sebesar 0,26 persen.

    "Kemudian harga yang diatur pemerintah, pada 2018 kontribusinya kepada inflasi sebesar 0,66 persen dan 2019 ini hanya 0,10 persen. Apa yang terjadi tahun 2018 adalah kebijkan menaikan harga BBM sehingga bensin menempatkan di posisi pertama, kemudian tarif angkutan udara pada 2018 yang bergerak liar dan tidak menjadi penyebab di 2019," paparnya.

    Adapun nilai inflasi berturut-turut mulai 2011 yakni 3,79 persen, inflasi 2012 sebesar 4,30 persen, inflasi 2013 sebesar 8,38 persen, inflasi 2014 sebesar 8,36 persen, inflasi 2015 sebesar 3,35 persen, inflasi 2016 sebesar 3,02 persen, inflasi 2017 sebesar 3,61 persen, dan inflasi 2018 sebesar 3,13 persen.

    Beberapa komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi selama 2019, antara lain: emas perhiasan sebesar 0,16 persen; cabai merah sebesar 0,15 persen; tarif sewa rumah dan bawang merah masing-masing sebesar 0,10 persen; ikan segar, rokok kretek filter, nasi dengan lauk masing-masing sebesar 0,09 persen; tarif kontrak rumah sebesar 0,08 persen.

    Kemudian bawang putih dan upah pembantu rumah tangga masing-masing sebesar 0,06 persen; uang Sekolah Dasar, mie, rokok kretek, dan cabai rawit masing-masing sebesar 0,05 persen; uang sekolah menengah pertama dan uang kuliah akademi/PT masing-masing sebesar 0,04 persen; dan uang Sekolah Menengah Atas, jeruk, upah tukang bukan mandor, dan sepeda motor masing

    Inflasi tertinggi pada 2019 terjadi pada Mei sebesar 0,68 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi pada bulan bulan tersebut, antara lain: cabai merah, daging ayam ras, bawang putih, ikan segar, tarif angkutan antar kota, telur ayam ras, kentang, tomat sayur, cabai rawit, tarif angkutan udara, tarif kereta api, ikan diawetkan, bayam, kangkung, sawi hijau, wortel, apel, jeruk, pepaya, kelapa, nasi dengan lauk, gula pasir, rokok kretek filter, dan tarif parkir.


    Sementara deflasi tertinggi pada tahun 2019 terjadi pada September sebesar 0,27 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan deflasi pada bulan tersebut, antara lain: cabai merah, bawang merah, daging ayam ras, tomat sayur, cabai rawit, telur ayam ras, ikan segar, ketimun, pir, tomat buah, bawang putih, dan tarif angkutan udara.

    (SAW)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id