Astra Incar Ekspor Traga ke 20 Negara

    Ade Hapsari Lestarini - 12 Desember 2019 14:08 WIB
    Astra Incar Ekspor Traga ke 20 Negara
    Presiden Joko Widodo meninjau pabrik perakitan mobil saat melepas ekspor perdana Isuzu Traga ke beberapa negara di Asia Tenggara di Pabrik Izuzu, Karawang, Jawa Barat. Foto: MI/Ramdani.
    Karawang: Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta industri otomotif bisa meningkatkan ekspor sebesar tiga kali lipat dari saat ini hingga 2024 sebagai upaya meraih surplus neraca perdagangan.

    "Fokus kerja pemerintah sekarang ini bagaimana mengurangi impor. Fokus kedua adalah bagaimana meningkatkan ekspor. Itulah mengapa Saya mau datang ke Isuzu, karena ada ekspor perdana Isuzu Traga. Dalam tiga tahun ke depan (Isuzu Traga) akan masuk ke 20 negara di Afrika, Asia Timur, Timur Tengah, dan Amerika Selatan," ujar Jokowi saat melepas ekspor 6.000 unit Isuzu Traga ke Filipina dari Pabrik PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) di Karawang, Jawa Barat, Kamis, 12 Desember 2019.

    Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto menjelaskan pada tahap awal mobil pikap Traga, yang berasal dari kata Ekstra Lega, akan diekspor sebanyak 6.000 unit ke Filipina. "Ini langkah awal, karena menurut studi kami, mobil ini bisa diekspor ke lebih dari 20 negara di Asia Timur, Timur Tengah, dan Afrika," ujar Prijono.

    Ia menjelaskan, ekspor otomotif dari tahun ke tahun terus meningkat pesat. Berdasarkan data Gaikindo, tahun ini ekspor CBU sebanyak 300 ribu unit senilai USD8 miliar. Angka ekspor otomotif itu sebesar lima persen dari total ekspor nasional yang mencapai sekitar USD183 miliar.

    "Kami beruntung, 78 persen dari ekspor otomotif itu berasal dari grup kami (Astra) yang diekspor ke 68 negara," tambah dia.

    Kini, lanjut Prijono, pihaknya berbahagia karena untuk pertama kalinya Isuzu bisa melakukan ekspor, biasanya ekspor dilakukan Toyota dan Daihatsu. "Kami juga berterima kasih kepada pihak (Isuzu) Jepang yang mempercayakan Isuzu sebagai pasar utama di Indonesia dan basis ekspor ke luar negeri. Dalam waktu dekat, kami akan mengeskpor ke 20 negara," tutur dia.

    Jokowi mengatakan, ekspor yang dilakukan Isuzu merupakan yang diinginkan pemerintah. Jika ekspor semakin meningkat, defisit transaksi berjalan Indonesia semakin mengecil dan neraca perdagangan bisa surplus. Jika Indonesia kuat diekspor, tentu tidak akan ditekan negara-negara lain. "Kita dengan negara manapun berani," ujar dia.

    Saat ini, ekspor otomotif Indonesia sekitar 300 ribu unit dengan nilai sekitar USD8 miliar per tahun. Presiden meminta seluruh pelaku industri otomotif meningkatkan menjadi tiga kali lipat pada 2024 dengan nilai ekspor mencapai USD24 miliar.

    "Saya minta Pak Prijono (Presdir Astra) sampaikan ini ke seluruh keluarga besar otomotif. 2024 minimal satu juta unit harus keluar dari Indonesia. Caranya bagaimana? Saya tidak mau tahu," ujar Presiden.

    Menurut Presiden, sebagai bangsa, jangan pernah pesimistis dengan angka-angka. Target tiga kali lipat harus diperoleh. Dikatakan, pesimistis kerap muncul karena tidak adanya kerja dengan target yang terukur dan realistis.

    "Saya yakin bisa terwujud, defisit transaksi berjalan bisa teratasi. Negara kita akan menjadi production hub otomotif, ekspor ke semua negara. Itu target yang ingin kita capai dalam lima tahun ke depan. Ruang itu terbuka lebar. Makanya saya menghargai Isuzu Astra Motor Indonesia bisa melakukan ekspor perdana," papar Presiden.

    Presiden Jokowi menambahkan, sudah bertahun-tahun ekspor Indonesia sangat bergantung pada komoditas. Padahal, kelapa sawit diekspor dalam bentuk CPO, lalu batu bara masih dalam bentuk mentah. Begitu juga nikel yang diekspor dalam bentuk raw material, sehingga tidak pernah mendapat nilai tambah.

    "Sekarang, kalau otomotif sudah (ekspor barang jadi), kita beranjak ke komoditas, dari setengah jadi menjadi barang jadi. Terjadi industrialisasi," papar Presiden.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id