SDM Industri Bisa Wujudkan Visi Indonesia Maju

    Sonya Michaella - 18 Agustus 2019 00:20 WIB
    SDM Industri Bisa Wujudkan Visi Indonesia Maju
    Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Kemenperin/Humas.
    Jakarta: Pemerintah semakin gencar menjalankan berbagai program pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten sesuai kebutuhan dunia industri. Kualitas SDM Indonesia yang berdaya saing dapat berkontribusi mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional.

    “Pembangunan SDM sebagai kunci keberhasilan dan kesuksesan Indonesia di masa depan. Apalagi, Indonesia sedang menikmati bonus demografi. Ini menjadi momentum yang baik sekaligus peluang dan kekuatan bagi kita untuk menuju visi Indonesia Maju,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melalui keterangan resmi, Sabtu, 17 Agustus 2019. 

    Airalngga yang menjadi inspektur upacara pada Peringatan HUT Ke-74 RI di Kemenperin menyampaikan pesan bahwa 'SDM Unggul, Indonesia Maju' mengandung makna pembangunan tenaga kerja berkualitas dan unggul. Peran SDM industri akan terus berontribusi besar mendukung lompatan kemajuan Indonesia.  

    “SDM industri yang produktif, kreatif, inovatif, dan kompetitif, tentunya bisa berkontribusi besar dalam meningkatkan kinerja sektor manufaktur,” ungkap Menperin. 

    Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) sektor industri masih memberikan kontribusi paling besar terhadap struktur produk domestik bruto (PDB) nasional pada triwulan II tahun 2019 dengan capaian 19,52 persen (yoy).

    Hingga tahun 2020 nanti, Kemenperin telah menyiapkan program pelatihan industri berbasis kompetensi. Misalnya, pelaksanaan Diklat pelatihan, sertifikasi, dan penempatan yang akan membidik sebanyak 35 ribu peserta. Selain itu, Kemenperin bakal memfasilitasi sertifikasi bagi 20 ribu tenaga kerja industri.

    “Kemudian, untuk melanjutkan program pengembangan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang link and match dengan industri, kami menargetkan ke depannya bisa menjaring hingga 2.000 SMK atau 400 ribu siswa,” tutur Airlangga.

    Sejak tahun 2017, Kemenperin telah meluncurkan pendidikan vokasi industri yang link and match antara SMK dengan industri di beberapa wilayah di Indonesia. Program tersebut telah melibatkan sebanyak 855 industri dan 2.612 SMK yang menghasilkan 4.997 perjanjian kerja sama.

    “Ke depannya, kami juga tetap menjalankan program pendidikan vokasi industri berbasis kompetensi menuju dual system di seluruh unit pendidikan di lingkungan Kemenperin. Ditargetkan bisa mencapai 7.000 siswa dan 13 ribu mahasiswa,” imbuhnya.

    Hingga saat ini, Kemenperin memiliki unit pendidikan vokasi sebanyak sembilan SMK, 10 Politeknik, dan dua Akademi Komunitas. “Kami akan mereplikasikan ini secara nasional, karena lebih dari 90 persen lulusan kami terserap kerja di industri,” sebutnya.

    Airlangga menyampaikan, pihaknya pun akan terus memfasilitasi pembangunan politeknik atau akademi komunitas, baik itu di kawasan industri maupun wilayah pusat pertumbuhan industri. Contohnya, kini sedang dibangun adalah Politeknik Petrokimia Cilegon, Banten.

    “Politeknik tersebut akan mendukung dua industri petrokimia baru di sana, di antaranya dari Lotte Chemical yang investasinya mendekati USD4 miliar dan ekspansi Chandra Asri yang nilainya juga sekitar USD4 miliar. Jadi, ketika nanti mereka beroperasi, SDM kompeten sudah tersedia,” paparnya.

    Kemenperin juga bakal lebih rajin mengajak pelaku industri agar berpartisipasi dalam mendorong pendirian politeknik. Upaya ini akan didukung melalui penerapan super tax deduction, yakni pemberian insentif bagi industri yang melakukan dan terlibat dalam program pendidikan vokasi. Aturan insentif tersebut telah ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 45 Tahun 2019 tentang Perubahan atas PP No. 94 tahun 2010 tentang Perhitungan Penghasilan Kena Pajak dan

    “Insentif fiskal ini akan memberikan pengurangan penghasilan kena pajak bisa sampai 200 persen dari total biaya yang dikeluarkan perusahaan terhadap pelaksanaan program vokasinya,” paparnya.



    (BOW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id